ENREKANG,BKM — Seorang siswa SMPN bernama Ilham (14), warga Dusun Ambepere, Desa Sumbang, Kecamatan Curio, Enrekang ditemukan gantung diri di pohon di belakang rumahnya, Senin (31/8). Pelajar yang masih duduk di bangku kelas satu SMP itu nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali yang diikatkan di pohon tersebut.
Kejadian ini membuat heboh warga setempat. Dari informasi yang dihimpun, penyebab kematian korban masing simpangsiur. Ada yang menyebut, Ilham nekat gantung diri karena stres batin sudah puluhan tahun tidak bersama orang tuanya.
Ada juga sebagian warga yang menyatakan bahwa ia gantung diri karena diancam hendak dibunuh oleh kakak kandungnya, karena kendaraan roda dua milik sang kakak yang sehari-harinya dipakai korban untuk ke sekolah, rusak.
Sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara tragis, Ilham disebutkan menelepon kakaknya yang bekerja di Tana Toraja. Dia menyampaikan bahwa motor yang dipakainya rusak lagi.
Sang kakak bertanya, kenapa bisa motornya rusak lagi. Padahal ia sudah memperbaiki kerusakan sebelumnya.
Lantaran kesal, sang kakak kemudian mengeluarkan ancaman. Dia mengancam akan membunuh adiknya jika pulang ke Enrekang.
Mendapat ancaman seperti itu, Ilham sepertinya tidak tenang. Iapun datang menemui tantenya dan menyampaikan ihwal ancaman dari sang kakak. Dengan bijak, tantenya menyampaikan bahwa kakaknya tidak mungkin akan melakukan hal tersebut.
Kemungkinan ancaman itulah yang kemudian mendorong Ilham untuk gantung diri. Daripada dibunuh oleh kakaknya, lebih gantung diri. Mungkin begitu alasannya.
”Korban kemungkinan gantung diri hari Minggu (30/8). Tapi baru ditemukan oleh warga hari Senin (31/8),” kata Hasbulah, Kepala Desa Curio yang ditemui di Enrekang, Selasa (1/9).
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Enrekang AKP Agus Salim belum bisa memastikan penyebab kematian korban. ”Penyebabnya saya belum tahu, karena laporan tuntasnya belum masuk. Nanti saya sampaikan kalau sudah masuk laporannya,” ujar Agus Salim.
Selama ini, Ilham tinggal bersama tantenya, karena ibu kandungnya berada di Papua. Sementara bapak kandungnya warga negara Filipina. Jenazah korban dikebumikan pihak keluarha di Desa Sumbang, kemarin. (her/rus/b)
Diancam Dibunuh Kakak, Siswa SMP Gantung Diri
×

