pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

300 Ekor Sapi PT Buli Hilang

SIDRAP, BKM — Jajaran Polres Sidrap kini tengah berkonsentrasi menyelidiki penyebab terjadinya penyusutan jumlah sapi milik PT Berdikari United Livestock (PT Buli). Ada yang tak wajar di balik menipisnya stok sapi di perusahaan plat merah itu.
Sapi-sapi yang diternakkan di lokasi seluas 6.000 hektare Desa Bila, Kecamatan Pitu Riase itu, ditengarai hilang dan berkurang tanpa ada alasan yang jelas. Lebih ironis lagi, sebanyak 300 ekor sapi dilaporkan hilang menjelang lebaran Idul Adha tahun ini.
Informasi mengenai hilangnya ternak sapi-sapi dalam jumlah yang sangat banyak di PT Buli tersebut, telah mencuat di masyarakat Sidrap sejak dua bulan terakhir. Hal tersebut turut dikuatkan dengan pengakuan mantan karyawan PT Buli, Basuki.
“Saya tidak tahu tersisa berapa sapi sekarang. Tapi pastinya 2012 stok sapi mencapai 7.700 ekor lebih. Tapi katanya ada yang hilang sampai 300 ekor,” beber Basuki kepada sejumlah wartawan, Kamis (4/9).
Basuki menuding terjadinya masalah di internal PT Buli dikarenakan tidak berjalannya manajemen sebagaimana mestinya. Selain itu, juga dipicu seringnya terjadi penggantian direksi.
Kapolres Sidrap AKBP Anggi N Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Indra Waspada Yudha, mengaku telah membentuk tim untuk menyelidiki penyebab berkurangnya populasi sapi di perusahaan berstatus BUMN itu.
“Kami sudah bentuk tim. Kita akan selidiki apa penyebab pastinya. Alasan manajemen PT Buli bahwa banyak sapi yang hilang dan mati, harus dibuktikan,” ujar Indra di kantornya, Kamis (4/8).
Diapun berterima kasih atas support yang diberikan banyak pihak dalam upaya penyelidikan dugaan penggelapan ratusan ekor sapi di PT Buli. Pihaknya telah melakukan pemetaaan terhadap titik-titik yang akan menjadi obyek penyelidikan.
”Saat ini pendalaman yang dilakukan polisi masih sebatas data pengeluaran sapi yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir di perusahan itu. Untuk kepentingan penyelidikan, kita akan memeriksa sejumlah mantan dan direksi PT Buli,” terangnya.
Sejumlah aktivis LSM di Sidrap mulai prihatin terkait pengelolaan manajemen PT Buli. Sangat disayangkan bila aset negara di Desa Bila itu dibiarkan sperti sekarag kondisinya, sehingga harus diselamatkan.
Direktur Eksekutif Jaringan Informasi Masyarakat Transparansi (JIMAT) H Aris Asnawi, melihat potensi yang begitu besar di balik keberadaan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pembibitan dan penggemukan sapi terbesar di Indonesia timur itu.
“Harapan kita semua agar PT Buli masih bisa diselamatkan. Tentunya, kebobrokan pengelolaan perusahaan itu harus dibenahi. Penyelidikan polisi terhadap sapi yang hilang dan diduga digelapkan itu menjadi pintu masuk memperbaiki PT Buli,” ujar Aris Asnawi via selularnya, kemarin.
PT Buli yang merupakan anak perusahaan dari PT Berdikari, telah beroperasi sejak 1966. Keberadaannya telah banyak berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan daging di Indonesia.
Tidaklah salah, kata Aris Asnawi, jika perusahaan itu selama ini terus dimanjakan dengan berbagai bantuan keuangan dan fasilitas yang diberikan oleh negara.
Perusahan itu juga kerap dikunjungi pejabat negara. Misalnya mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan pada Januari 2013, lalu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada Februari 2014 dan terakhir dikunjungi Presiden Joko Widodo, November 2014 silam. (ady/rus/b)



×


300 Ekor Sapi PT Buli Hilang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar