MAMASA, BKM — Kekurang hati-hatian dalam mengemudi membuat mobil molen milik PT Pasokkorang terbalik di Kelurahan Sumarorong, pada pekan lalu. Mobil ini sedang memuat coran untuk digunakan mencor jalan poros Sumarorong ke Mamasa. Akibatnya, mobil ini sangat sulit untuk dikembalikan ke posisi semula.
”Saat terbalik, mobil ini penuh dengan angkutan coran. Jadinya, sangat susah untuk dikembalikan ke posisi semula. Kemudian, corannya sudah mengeras. Sehingga sangat sulit untuk membangunkan mobil molen tersebut. Untuk mengembalikan mobil itu ke posisinya semula, terlebih dulu harus dibongkar corannya,” ujar Irpan, salah seorang warga setempat kepada BKM.
Hal senada juga dilontarkan Pida, warga Sumarorong. Dikatakan, terbaliknya mobil molen itu lebih disebabkan pengemudinya tidak hati-hati. Hampir semua pengemudi mobil perusahaan yang mengerjakan jalan poros ini, selalu ngebut dan kurang hati-hati. Sebelumnya, ada pula mobil perusahaan yang mengerjakan jalan ini, menggilas seorang anak yang membuat anak itu meninggal dunia.
”Kejadian ini hendaknya menjadi pelajaran bagi para kontraktor yang mengerjakan jalan poros Sumarorong-Mamasa untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan masyarakat sekitarnya proyek juga,” ujarnya. (dar/mir/c)
Muat Cor, Molen Pasokkorang Terbalik
×

