pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tarik Minat Baca Anak Didik Dengan Hal Unik

TAKALAR, BKM — Banyak cara untuk mendorong masyarakat senang membaca. Banyak sekolah juga yang mulai getol mendorong anak didiknyamenyukai buku. Apalagi setelah para pendidik menyadari Indonesia termasuk negara yang paling rendah minat bacanya di dunia.
Para pendidik mendorong adanya kegiatan dan kreasi-kreasi unik agar siswa mulai mau melirik buku. MIN Pattiro Banngae Takalar, misalnya. Mereka membuat kreasi unik dengan mendekor tempat memajang buku dengan model perahu dan becak.
Perahu tersebut sebenarnya bukan perahu betulan, tapi perahu miniatur yang digunakan sebagai media acara maulid Nabi yang diadakan setahun sekali oleh masyarakat di daerah Takalar secara meriah.
Daripada dibuang perahu tersebut dijadikan tempat buku yang menarik. Selain perahu, ada juga becak. Keduanya dijadikan perpustakaan mini yang bisa didorong dan bisa dipindahkan, terutama di koridor depan kelas. Dengan begitu perpustakaan bergerak ini bisa mendekatkan anak didik dengan buku, membuat murid langsung mau melirik saat bermain di depan kelas. Mereka tidak mesti beranjak ke perpustakan utama.
Saat istirahat, banyak yang memanfaatkan perpustakaan mobile tersebut. Kedua benda tersebut diperoleh dari masyarakat yang semakin besar sumbangsihnya ke madrasah, semenjak kepala madrasah melakukan gerakan transparansi program dan anggaran di madrasah tersebut.
“Masyarakat juga ingin berpartisipasi secara langsung dalam program pengembangan budaya baca di madarasah kami,” ujar Zulfikah, Kepala Sekolah MIN Pattiro Banggae.
Buku-buku tersebut ditata secara rapi di kedua media tersebut, dan ketika jam pengajaran selesai, bukunya dibawa kembali ke perpustakaan oleh siswa-siswa sesuai jadwal piket. Bisanya buku-buku tersebut diganti seminggu sekali.
Agar lebih menarik lagi, menyadari juga anak-anak akan bosan kalau bukunya tidak berganti-ganti, secara kreatif kepala madrasah juga mencari berbagai sumber pendanaan untuk pengadaan buku. Dia mengajukan proposal ke PT Telkom, yang akhirnya memberikan sumbangan RP 5 juta. Selain itu madrasah juga menganggarkan khusus dari dana BOS. Sumber pengadaan buku juga berasal dari bantuan dari masyarakat dan organisasi, diantaranya dari USAID PRIORITAS. “Apabila proposal kita lolos ke perusahaan, bantuannya biasanya cukup besar, dan bisa untuk mengembangkan sekolah kita lebih jauh dibanding dengan hanya mengandalkan dana dari sekolah saja,” ujarnya lebih jauh.
“Pengembangan budaya baca dan pengadaan sarana-prasarananya harusnya menjadi program utama madrasah. Membaca adalah perintah pertama kali dari Tuhan yang mestinya juga menyadarkan kita semua betapa pentingnya gerakan budaya baca ini,” ujar Dahlia, Pengawas Mapendais Lingkungan Takalar menanggapi kreatifitas madrasah ini dalam mengembangkan budaya baca.
Selain membangun wadah yang unik, sekolah ini juga memiliki beberapa program menggerakkan minat baca anak didik. Membaca senyap selama 10 menit setiap pagi sebelum pelajaran dimulai. Membangun taman baca di halaman sekolah dan sudut baca dalam kelas, mendorong sumbangan buku dari orang tua siswa, alumni, dan masyarakat luas. (tom/C)



×


Tarik Minat Baca Anak Didik Dengan Hal Unik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar