MAKASSAR, BKM — Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Kota Makassar merekontruksi nasib rakyat dengan pembinaan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan dan keagamaan.
Secara teknis, pembinaan tersebut dilakukan dengan menata lingkungan kumuh menjadi indah dan sehat serta menata fasilitas umum di Kelurahan Pannampu Kecamatan Tallo.
Bukan hanya lorong, halaman rumah hingga perbaikan fisik (pagar), tetapi pemberian pemahaman dan keterampilan bagi para ibu rumah tangga juga dilakukan.
“Ini dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” kata Kepala BPPPA Kota Makassar, Tenri A. Palallo, akhir pekan lalu.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang ingin berpartisipasi namun mereka tidak miliki kemampuan seperti minimnya pengetahuan dan keterampilan sehingga masyarakat hanya tinggal diam.
Oleh karna itu, BPPPA mencoba untuk menjadi motor penggerak dalam meningkatkan peran aktif masyarakat khususnya tang tinggal di lorong kumuh.
Dalam program Peningkatan Peran Wanita Keluarga Sehat dan Sejahtera (PPWKSS) tersebut, BPPPA merangkul 100 rumah dan fasilitas umun seperti kesehatan, pendidikan, dengan jumlah penduduk yang dibina sebanyak 16.757 jiwa. Mereka terbagi dalam laki-laki sebanyak 8.471 orang dan perempuan sebanyak 8.286 orang.
Untuk mensukseskan program tersebut, BPPPA jga menggandeng beberapa kelompok masyarakat atau organisasi masyarakat (Ormas) diantaranya Kelompok usaha kesehatan sekolah (UKS), Kelompok PAUD, Kelompok Wanita Tani, Kelompok Kebun PKK, Kelomok Dasawisma, Kelompok Taman Baca, Kelompok Posyandu, Kelompok Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kelompok Gerakan Sayang Ibu (GSI), Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL), Kelompok PPKB, Kelompok Pengajian (TPA), Kelompok UPPK, Kelompok Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut (UKGM), Kelompok Majelus Taklim, Kelompok Keterampilan, Kelompok Kadarkum, Kelompok Paralegal, Kelompok sadar Gizi (Kadarsi), Kelompok Kader Peduli ASI, Kelompok Remaja Masjid, Kelompok Karang Taruna, Kelompok Perwatan Jenazah, Kelompok Kader Peduli Narkoba, Kelompok Kesehatan Lingkungan, Kelompok Bank Sampah, Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Kelompok Koperasi Simpan Pinjam ” Kartini”.
Disinggung soal alasan memilih Pannampu, Tenri mengaku jika Pannampu merupakan salah satu daerah yang dapat anggap kumuh.”Kita prioritas yang rawan sosial, ekonomi, kesehatan dan pendidikan,” tambah Tenri.
Lebih lanjut mantan Kabag Humas Pemkot Makassar ini menambahkan, pihaknya telah menetapkan sembilan indikator dan kriteria keluarga sehat dan sejahtera yang menjadi target keberhasilan. Kesembilan indikator tersebut diantaranya Keluarga Pra Sejahtera adalah keluarga yang belum dapat memenuhi salah satu atau lebih dari lima kebutuhan dasar seperti agama, pangan, papan, sandang dan kesehatan.
“Selama delapan bulan pembinaan, Kelurahan Pannampu telah berubah total dari kumuh menjadi sehat dan indah.Kita bisa liat hasil di lapangan,” tutup Tenri.(man/war/c)
Libatkan Ormas Untuk Bina 100 Rumah
×

