pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sulsel Kekurangan Tempat Rehab Pecandu Narkoba

MAKASSAR, BKM? — Provinsi Sulsel ternyata kekurangan tempat rehabilitasi pecandu narkoba. Kapasitas yang dimiliki Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulsel hanya 300 orang.
Kepala BNN Sulsel, Agus Budiman?, mengatakan, ?BNN kekurangan tempat rehab sehingga membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat atau daerah. Kalau ada tempat rehab baru, tentunya lebih bagus lagi.
“Untuk saat ini, kami sinergikan dengan seluruh komponen masyarakat dan rumah sakit? yang membuka tempat rehab,” kata Agus, usai bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL), di Kantor Gubernur, Senin (14/9).
Menurut Agus, kondisi Sulsel cukup rawan narkoba sehingga butuh kerja keras semua stakeholder. Ia berharap, masyarakat mau memberikan informasi untuk membantu BNN dalam memberantas narkoba.
“Program Presiden adalah merehabilitasi 100 ribu pecandu narkoba dan Sulsel kebagian 2.600 untuk direhabilitasi,” ujarnya.
Ia memaparkan,? sekarang ini jumlah pecandu yang direhabilitasi sudah mencapai 900, diantaranya 700 yang rawat inap dan rawat jalan?, sisanya warga binaan yang diberi grasi, khususnya masalah narkoba yang tidak terkait dengan jaringan yang sudah dilakukan di seluruh Lapas yang ada di Sulsel.
“Kami melakukan razia karena mencari penyalahguna dan pengedar. BNN tidak sendiri tapi melibatkan TNI, polisi, dan Satpol PP, untuk mencari penyalahguna yang targetnya 2.600 itu. Penyalahguna ini adalah orang sakit, kalau dia menjual untuk orang lain, itu pengedar. Ada tim assementnya dan razia kami lakukan di THM,” terangnya.
Terkait rencana BNN Pusat? untuk menghilangkan rehabilitasi, Agus membantahnya. Ia menjelaskan, rehabilitasi untuk pecandu tidak semuanya dilakukan BNN, tapi juga menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Sosial (Kemensos) sejak adanya SK Bersama.
“BNN mendorong rehabilitasi dilakukan dimana saja sehingga kami ada rehab di Rindam, SPN, komponen masyarakat. Jadi, fasilitasi itu agar Menkes dan Mensos bisa ikut bertanggungjawab,” pungkasnya.
Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, berjanji, akan mendukung apa saja yang dibutuhkan oleh BNN untuk pemberantasan narkoba di Sulsel. Apalagi, Sulsel sangat strategis menjadi arus lalulintas peredaran narkoba.
“?Apa yang dibutuhkan dan mau dilakukan BNN, kami siap bantu, sepanjang kami miliki fasilitasi. Apalagi tugas BNN cukup berat,? baik secara preventif, represif, hingga rehabilitasi,” kata SYL. (rhm/war/c)



×


Sulsel Kekurangan Tempat Rehab Pecandu Narkoba

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar