BANTAENG, BKM — Mutasi 300 lebih guru lingkup Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantaeng menimbulkan kisruh. Sejumlah guru mempertanyakan mutasi yang dinilai mendadak dan tanpa pertimbangan matang itu.
Mereka mengaku menerima nota dinas mutasi, Rabu (16/9). Nota dinas tersebut dijemput oleh kepala sekolah, untuk selanjutnya dibagikan kepada masing-masing yang bersangkutan.
“Kepala sekolah kami yang menjemput nota dinas tersebut di kantor cabang dinas dan membagikan kepada masing-masing kami,” ujar Idrus, guru SDN 5 Lembang Cina diamini rekannya.
Sebanyak sembilan guru di sekolah ini dimutasi ke sekolah lain. Hal ini disesalkan para orang tua, karena sekolah tersebut merupakan sekolah pembina. “Saya sangat kecewa dengan dimutasinya 9 guru SD 5,” ketus dr Hj Nurhikmah, orang tua murid, kemarin.
Dikatakan Hikmah, dia memilih menyekolahkan anaknya di SD 5, karena rekam jejak sekolah ini sangat baik. Dimana, kata dia, sekolah tersebut diunggulkan dan diakui di tingkat nasional. Predikat ini dicapai, kata dia lagi, karena kualitas guru-gurunya.
Karenanya, dia sangat menyesalkan mutasi terhadap guru-guru, khususnya guru SD 5. Dia tidak menjamin kualitas SD ini bisa dipertahankan. Oleh karenanya, kata dia, jika keadaan tidak kondusif di SD 5, maka putranya akan dipindahkan.
Kekecewaan akibat mutasi ini bukan hanya dirasakan guru dan orang tua. Tapi juga murid SD 5. Salah satunya Andika, kelas III C. Dia mengamuk. Tembok dan papan tulis ditinju hingga tangannya berdarah.
Orang tua lainnya Aisyah juga menyatakan hal senada. Putrinya menerima mutasi terhadap gurunya. Kata dia, dua orang anaknya sangat terpukul.
Nursri Lallo, guru SD 5 yang berprestasi tingkat nasional dan mengajar di kelas V, mengaku tidak keberatan atas mutasi ini. Alasan dia, mutasi adalah hak pimpinan. “Saya siap melaksanakan tugas sesuai nota dinas yang saya terima saat ini,” tandasnya.
Fatmawati, putra dan putrinya juga tidak terima mutasi ini. Fatma menemui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdikpora Bantaeng. Dia mempertanyakan kenapa SD 5 yang paling banyak dimutasi gurunya.
Rosdiana yang putranya duduk di kelas IVC SD 5 mengatakan, dia memilik sekolah tersebut karena melihat kualitas gurunya. “Saya masukkan anak saya karena kualitas gurunya, bukan karena kepala sekolah,” serunya.
Selain mempertanyakan alasan mutasi, sembilan guru SD 5 meminta kepala Kadis Disdikpora Bantaeng agar memutasi juga kepala sekolah. “Kami patuh dan akan melaksanakan nota dinas mutasi yang kami terima saat ini. Tapi kami minta agar kepsek dimutasi juga,” cetusnya.
Bukan hanya guru SD 5 yang keberatan, tapi sejumlah guru yang bertugas di sekolah lain. Mereka sepakat akan mengadukan masalah ini ke Ombudsman. “Kami akan mengadu ke Ombudsman,” pungkasnya. (wam/rus/b)
Sembilan Guru Dimutasi, Orang Tua Murid Kecewa
×

