SINJAI, BKM — Penghuni kos-kosan di Jalan Andi Pangeran Petta Rani, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai heboh. Seorang penghuni kamar kos bernama Ferawati ditemukan sudah menjadi mayat, Sabtu (19/9) pukul 09.00 Wita.
Korban diketahui ibu tiga anak dan berusia 33 tahun. Di kamar kos ia tinggal bersama suami keduanya bernama Beni, seorang pegawai kantor Unit Syahbandar Kabupaten Sinjai, serta tiga orang anaknya dari suami pertamanya bernama A Rafi, seorang pegawai Dinas Perhubungan Sinjai.
Mayat Fera pertama kali ditemukan oleh ibu kosnya bernama Rahma. Selanjutnya dia kemudian menghubungi keluarga korban yang saat itu memang hendak ke tempat kos korban.
Warga di lokasi kejadian, mengaku terkejut karena selama ini korban tampak sehat dan tidak ada tanda-tanda sedang sakit.
”Kami juga heran, karena Jumat sore dia (korban) mengantar suaminya yang hendak ke Makassar. Katanya mau antar bosnya. 20 menit kemudian korban kembali ke kamar kosnya,” ujar seorang saksi mata.
Pengakuan senada disampaikan pemilik kos Rahma. Dia mengakui bahwa korban selama ini tidak pernah mengeluh sakit. Setiap harinya korban selalu beraktifitas seperti biasa.
Penemuan mayat bermula dari Rahma yang bertanya kepada anak korban, di mana bundanya. Saat itu pukul 08.00 Wita. Anaknya menjawab, bundanya sedang tidur.
Karena merasa ada sesuatu yang lain, Rahma kemudian masuk ke kamar kos korban bersama anaknya. Disitu dia melihat korban dengan posisi telentang tanpa menggunakan busana. Kedua tangannya ke atas.
Tidak lama kemudian polisi datang dan melakukan olah TKP. Di kamar korban ditemukan satu botol kecil minyak angin dan satu tempat roti. Berdasarkan persetujuan dari pihak keluarga, mayat Fera kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai untuk diotopsi
Dokter Fitri yang ditemui di RS, memperkirakan korban sudah lebih 24 jam meninggal dunia di kamar kos. Dia menyebut ada pergeseran tulang dada. Namun dr Fitri belum bisa memastikan adanya unsur kesengajaan, atau penyebab lain kematian korban.
Dari rumah sakit, pihak keluarga kemudian membawa jasad korban pulang ke rumah untuk disemayamkan.
”Kami tidak bisa melakukan otopsi lebih dalam, karena keluarga korban tidak menginginkan dan langsung membawanya pulah ke rumah,” ujar dr Fitri.
Terpisah, Kanit Buser Polres Sinjai Aipda Rifai yang melakukan olah TKP, menyebut sejumlah barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian. Diantaranya minyak angin, satu tempat roti tawar dan satu handphone warna merah.
”Semua barang bukti sudah diserahkan Polsek Kota Sinjai Utara untuk penanganan lebih lanjut, karena keluarga korban tidak menginginkan proses penyelidikan oleh polisi. Karenanya, kita hanya memantau perkembangan kasus ini,” jelas Rifai.
Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, menyebutkan korban sudah tiga tahun bercerai dengan suami pertamanya. Setelah itu, Fera kemudian menikah lagi dengan Beni. Belakangan diketahui, Beni yang merupakan pegawai di kantor Unit Pembantu Syahbandar Sinjai sudah memiliki istri yang berdomisili di Sinjai.
Beni yang dihubungi terkait kematian istri keduanya itu, enggan berkomentar.
Terpisah, keluarga korban bernama Basuman, mengindikasikan almarhuman mengidap penyakit jantung bawaan dari orang tua perempuannya. Karena itu, pihak keluarga tidak mempersoalkan kematian korban. (din/rus/b)
Ibu Tiga Anak Tewas di Kamar Kos
×

