GOWA, BKM — Maraknya pelaksanaan hajatan kawinan dan hajatan lainnya di sejumlah wilayah kota Sungguminasa, Kabupaten Gowa membuat para pengguna jalan dari berbagai penjuru dengan tujuan RSU Syekh Yusuf, protes. Pasalnya, sejumlah tenda pesta yang digelar warga yang hajatan menutup ruas jalan.
Hal itu terlihat di sejumlah titik di Jl Sirajuddin Rani, Jl Wahidin Sudirohusodo menuju RSU Syekh Yusuf, Jl Manggarupi tembus Kl Wahidin Sudirohusodo serta Jl Andi Tonro. Seperti terpantau Sabtu dan Minggu (4/10) kemarin.
Akibatnya banyaknya jalur tertutupi tenda pesta membuat sebuah mobil ambulance yang membawa pasien rujukan ke wilayah Makassar maupun dari kecamatan ke RSU Syekh Yusuf kalang kabut terjebak macet di titik-titik pesta tersebut.
Aktivis LSM dan penggiat demokrasi di Gowa Arfandi Palallo, kepada BKM mengatakan banyaknya aktivitas warga yang pesta dengan menutup badan jalan maka harus ditunjang manajemen perkotaan yang bagus.
Seperti halnya penataan arus lalulintas dan pembemahan fasiltas lampu merah di setiap prapatan yang masih minim, padahal ini sangat vital dalam mengurangi kemacetan.
“Pihak pemerintah dalam hal ini Pemkab Gowa (Dinas Perhubungan Kominfo) seharusnya membatasi pemberian izin pesta di jalanan dalam wilayah yang sama.
Jika sudah ada satu warga di poros Wahidin Sudirohusodo atau di jalur tembusnya yang sudah izin melaksanakan pesta maka dinas terkait jangan lagi beri izin pesta rumahan di hari yg sama. Sebab jika diberi izin semua maka bisa jalur jalan penuh tenda pesta. Akibatnya lihat maki dua malam dua hari macet terjadi di poros-poros itu,” kata Arfandi Palallo.
Arfandi pun mengungkapkan pemicu kemacetan buka hanya karena tenda-tenda pesta di jalan tapi juga karena perbaikan trotoar dan cara parkir kendaraan di pinggir jalan secara semrawut.
“Kasihan itu ambulance yang mengangkut pasien kodong yang seharusnya bisa cepat sampai di rumah sakit tapi karena tenda-tenda penghalang sehingga terjebakmi macet. Kemacetan ini harus menjadi perhatian Dinas Perhubungan, pemerintah kecamatan serta Polsekta Somba Opu. Dan yang perlu diperhatikan lagi harus selektif memberikan ijin pengunaan badan jalan untuk acara pesta perkawinan,” jawab Arfandi.
Hal sama dikeluhkan Dg Tayang warga Jl Manggarupi sebab dia yang tinggal dalam lorong yang sudah sempit terpaksa terjebak juga tidak bisa keluar lorong karena jalanan umum ditutupi tenda perkawinan.
“Wededeh tadi malam ta’kancibg mentongi arus lalulintaska karena di Jl Mangka Dg Bombong dan Jl Andi Tonro dan Jl Sirajuddin Rani dan Jl Manggarupi ada pesta kawinan,” kata Dg Tayang.
Arfandi mengatakan, butuh kesadaran memang bagi masyarakat serta konsistensi pemerintah dalam menangani ijin. Jika perlu pembuatan regulasi dalam bentuk edaran, peraturan bupati atau peraturan Daerah, untuk mengatur aktivitas acara yang sifatnya pesta, mengingat Sungguminasa kota padat dan macet.
Terpisah Kadis Perhubungan Kominfo Gowa, Muh Hijrah yang dikonfirmasi kemarin tidak ada jawaban. (sar/c)
Tutup Jalan Untuk Pesta, Warga Protes
×

