pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ibu-ibu Demo PDAM Bawa Timba dan Ember

PAREPARE, BKM — Puluhan warga Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki yang sebagian besar ibu-ibu, mendatangi kantor Perusahaan Daerah Air Minum, (PDAM) Kota Parepare, Kamis (8/10) siang. Mereka menuntut manajemen PDAM segera menuntaskan persoalan air bersih yang selama ini belum terpenuhi.
“Kami minta pihak PDAM segera menuntaskan persoalan air, khususnya di wilayah kami yang sudah hampir setahun airnya tidak mengalir,” kata Sappe, ketua RW setempat.
Selama ini, menurut Sappe, warganya banyak yang mengeluh lantaran PDAM memberlakukan biaya beban yang cukup tinggi, sementara pelayanan tidak maksimal.
“Tiap bulan kami bayar biaya beban, bahkan sangat tinggi dibandingkan sebelumnya. Sementara pelayanan PDAM tidak maksimal. Bagaimana ini,” cetus Sappe.
Di halaman kantor PDAM, warga silih berganti meneriaki para staf. Dalam aksinya, mereka membawa timba dan ember sebagai bentuk kekesalan. ”Air…air…air..,” seru warga sambil mengacung-acungkan ember dan timba.
Rosmini, salah seorang ibu rumah tangga warga Lumpue, mendesak Pemerintah Kota Parepare untuk memberi solusi penyelesaian masalah ini. Karena kondisi pelayanan air bersih saat ini sudah sangat memprihatinkan.
”Kalau soal tarif yang dibebankan kepada pelanggan itu tidak jadi masalah. Namun harus dibarengi dengan pelayanan yang baik. Sudah dua tahun belakangan ini kami tidak merasakan pelayanan air bersih yang betul-betul baik dari PDAM,” bebernya.
Menyikapi aksi warga Lumpue, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Parepare Andi Mustafa Mappangara, meminta masyarakat untuk memahami kondisi alam yang terjadi saat ini. Musim kemarau berkepanjangan telah berdampak pada menyusutnya ketersediaan air baku PDAM.
“Mereka tidak tahu bahwa kondisi serupa terjadi hampir di seluruh daerah. Kita minta masyarakat paham akan hal itu,” kata Mustafa.
Mustafa yang juga Sekretaris Kota (Sekkot0 Parepare ini menjelaskan, pemerintah kini tengah mencari solusi terkait keluhan warga tersebut. “Kita sudah berikan solusi, dan Alhamdulillah mereka sepakati dan paham,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk melayani 18.794 pelanggan PDAM Parepare, ketersediaan air yang hanya tersisa 1 liter per detik tidak lagi mencukupi. “Pasti tidak mencukupi, karena normalnya kami butuhkan sekitar 220 liter per detik,”jelasnya.
Sebagai solusi, kata dia, warga Kelurahan Lumpue yang kekurangan air bersih selama tiga bulan terakhir, akan disiapkan tangki air.
”Jadi dalam seminggu, kami distribusikan air bersih ke tempat mereka dengan menggunakan tiga armada tangki air. Mereka terima itu,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Institute Kebijakan Rakyat (IKRA) Parepare Uspa Hakim mengatakan, puncak kemarahan warga Lumpue itu wajar. Karena selama ini PDAM tidak pernah bekerja profesional dalam memberikan pelayanan. Bahkan ada daerah lain diberi air dengan membayar ratusan ribu rupiah yang membuat pelanggan lain tidak menerima suplai air.
Belum lagi pelanggan liar yang selama ini menikmati air namun tidak membayar ke perusahaan. “Puncak kemarahan ini wajar diaspirasikan warga. Mestinya Pak Wali segera menentukan direktur PDAM definitif, agar cepat fokus pada pelayanan. Kasihan Pak Sekda sekda merangkap jabatan, yang akhirnya tidak konsentrasi pada pelayanan pelanggan PDAM,” terangnya. (smr/rus/b)



×


Ibu-ibu Demo PDAM Bawa Timba dan Ember

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar