pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Gubernur Minta Kebun Kakao Dioptimalkan

MAMUJU, BKM — Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, meminta kepada Dinas Perkebunan agar kebun kakao milik Pemprov Sulbar yang ada di Desa Batupanga, Dusun Pucceda, dan Kelurahan Darma, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), dioptimalkan. Hal tersebut ditegaskan Gubernur Anwar Adnan Saleh kepada jajaran staf Dinas Perkebunan Sulbar, Selasa (6/10).
”Kebun induk kakao yang ada di Batupanga, begitu pun di Pucceda dan Darma tidak boleh ditelantarkan. Itu harus dioptimalkan dengan baik sehingga bisa menambah PAD bagi Sulbar. Tanah milik Pemprov yang dikelola perkebunan ini seharusnya bisa menjadi pemasukan jika dikelola dengan baik. Dan ini menjadi tanggung jawab dinas perkebunan untuk mengoptimalkannya,” tandas Anwar.
Ia melanjutkan, kebun induk kakao yang ada di Desa Batupanga tersebut, tahun 2016 harus difungsikan dengan baik. Sehingga bisa menjadi kebun kakao percontohan. Kalau dinas perkebunan tidak bisa mengelola, cari orang yang bisa mengelola dengan baik. Jangan sampai ditelantarkan. Kalau bisa dikerjasamakan dengan Pemkab Polman. Kebun tersebut juga tidak bisa diserahkan ke Pemkab Polman karena merupakan aset Pemprov Sulbar.
Dalam kunjungannya tersebut, Anwar Adnan Saleh juga mengemukakan, sektor pertanian dan perkebunan sampai saat ini masih menjadi andalan Sulbar. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil sejak awal adalah mendorong pertumbuhan pada sektor tersebut. Ia juga mengatakan, masyarakat Sulbar 60 persen hidupnya bertumpu pada komoditas kakao. Karena komoditas tersebut mampu mensejahterakan rakyat kalau dikelola dengan baik dan didukung sarana dan prasarana yang diperlukan.
Pada saat bertemu dengan jajaran staf Dinas Perkebunan (Disbun) Sulbar tersebut, gubernur menyampaikan kekecewaanya terhadap perkembangan yang ada di Disbun saat ini. Ia mengaku banyak menerima informasi kalau di dinas perkebunan saat ini terjadi masalah. Namun ia belum menerima laporan resmi.
”Permasalahan yang ada harus dipertangggungjawabkan. Tidak boleh tidak. Kalau memang terkait korupsi harus dipertanggungjawabkan dengan cara kembalikan uang negara atau sanksi hukum,” jelas Anwar.
Pada kesempatan tersebut , Anwar Adnan Saleh juga menekanakan kedisiplinan dan tanggung jawab kepada para staf. Sesuai data, kebun kakao di Batupanga seluas 51 hektare, namun setelah dicek, luasnya tinggal 45 hektare karena terjadi pergeseran batas oleh masyarakat setempat. Sedangkan kebun kakao di Pucceda seluas lima hektare, dan di Kelurahan Darma seluas delapan hektare. (ala/mir/c)



×


Gubernur Minta Kebun Kakao Dioptimalkan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar