RANTEPAO, BKM — Kesulitan pelanggan PDAM di Rantepao untuk mendapatkan air bersih, bukan hanya disebabkan musim kemarau dan menyusutnya debit air baku. Kondisi ini diperparah dengan adanya beberapa titik kebocoran pada pipa distribusi.
Kebocoran tersebut dipicu oleh kegiatan rekanan yang melakukan penggalian di sepanjang Jalan Mappanyukki, Rantepao dengan menggunakan eskavator. Bocornya pipa distribusi ini berpotensi menyebabkan air bersih yang dipasok PDAM terkontaminasi dengan kotoran.
Akibatnya, air PDAM pun tidak layak konsumsi dan membuat masyarakat kesal. Mereka bahkan melaporkannya ke pemkab.
Kasus inipun mendapat perhatian khusus. Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PDAM Toraja Utara Anton Toriki bahkan dipanggil khusus oleh Sekkab Lewaran Rantela’bi’, Jumat (9/10).
Ditemui usai bertemu Sekkab, Anton Toriki yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Torut ini tak bisa menyembunyikan kemarahannya. Dia berang, karena mendapat sorotan dari pelanggan akibat pasokan air minum ke rumah mereka sering macet.
”Selain pipa induk yang bocor, pelaksana proyek juga membongkar aspal jalan yang masih bagus. Keduanya merupakan aset daerah yang seharusnya dijaga,” kata Anton Toriki, kemarin.
Seharusnya, menurut Anton, sebelum rekanan melakukan penggalian di sepanjang Jalan Mappanyukki, mereka berkoordinasi terlebih dahulu dengan PPK PDAM. Karena mereka yang mengetahui titik di mana pipa induk air PDAM. ”Kalau begini siapa yang mau disalahkan,” ketusnya.
Diapun meminta rekanan bertanggungjawab dan menggantinya. Termasuk aspal badan jalan yang ikut dirusak. ”Jika tidak, kami akan tempuh jalur hukum,” tandasnya.
Terpisah, Sekkab Lewaran Rantela’bi’ mengatakan, kurangnya koordinasi antara rekanan dengan PDAM membuat pasokan air ke masyarakat terganggu. Sehingga tidak ada jalan lain, siapapun yang merusak aset negara dan pemkab secara sengaja, harus bertanggung jawab.
”Apa yang dilakukan Dirut PDAM untuk melaporkan pengrusakan badan jalan dan bocornya pipa air minum ke pihak berwajib, sudah tepat. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Lewaran. (gus/rus/b)
Rusak Pipa Induk PDAM, Rekanan Terancam Dipolisikan
×

