MAKALE, BKM — Kecamatan Rano, Kabupaten Tana Toraja yang terletak kurang lebih 30 kilometer dari Makale, merupakan salah satu wilayah terpencil. Infrastruktur jalan dan fasilitas pelayanan masyarakat belum memadai. Jauh berbeda dibanding dengan kecamatan lainnya.
Kondisi ini membuat masih banyak masyarakat Rano masuk kategori prasejahtera. Untuk membantu pertumbuhan ekonomi masyarakatnya, Pemkab Tator terus menggelontorkan anggaran perbaikan dan peningkatan sarana pendukung.
Masyarakat Rano dominan menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Kehidupan mereka selalu rukun, karena diikat dalam satu kekerabatan keluarga besar Tongkonan.
Topografi alam Kecamatan Rano yang sebagian besar pemukiman penduduk berada di lereng perbukitan, sangat cocok untuk pengembangan komoditi tanaman coklat. Inilah yang menjadi sumber pendapatan dan modal masyarakat setempat untuk menyekolahkan putra putrinya. Tidak heran jika masyarakat Rano memiliki tingkat pendidikan yang lebih maju.
Guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Rano, tahun 2015 ini, Kodim 1414 Tana Toraja menetapkan wilayah ini sebagai sasaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Kegiatan ini dimulai 8 Oktober, yang dibuka langsug Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar.
Dandim Tator Letkol Inf Erwin Ferdynand Barens yang ditemui di Rantepao, Sabtu (10/10) mengatakan, TMMD di Lembang Rano Utara dan Rano Tengah akan berlangsung selama tiga pekan. Kegiatan fisik yang dilaksanakan berupa rabat beton jalan sepanjang 1 km dengan lebar 3,5 meter, pembuatan dekker 1 unit, drainase 60 meter, dan talud sepanjang 15 meter.
Semetara untuk kegiatan non fisik, dilaksanakan penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan kesehatan Keluarga Berencana (KB), bahaya narkoba, dan sosialisasi penanggulangan bencana alam.
”Untuk kegiatan tambahan, dilaksanakan pengecatan rumah ibadah, gedung sekolah dan pembuatan jamban 50 buah,” terang Erwin F Barends.
Bila diproyeksikan, tambah Erwin, kegiatan fisik dan non fisik selama TMMD di Kecamatan Rano menghabiskan anggaran yang cukup besar. Namun karena sasaran dan tujuan TMMD di wilayah terpencil, anggaran yang digunakan menjadi lebih hemat. Utamanya upah tenaga kerja.
”Untuk pelaksanaan TMMD di Rano, Pemkab Tator menyiapkan bahan material senilai Rp1 miliar. Ditambah dukungan anggaran sharing dari komando sebesar Rp157.062.500,” beber Erwin.
Sebelum TMMD dibuka Pangdam, sambung Erwin, Kodim melaksanakan kegiatan pra TMMD. Diantaranya pengecoran jalan bersama masyarakat. Saat ini kondisi fisiknya sudah mencapai 60 persen. ”Melihat pelaksanaan di lapangan, saya optimis kegiatan fisik TMMD selesai tepat waktu untuk 1 km rabat beton jalan,” tambahnya.
TMMD yang menjadi bagian dari pembinaan teritorial TNI, menjalin kerja sama secara terpadu.Tujuan utamanya adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah tertinggal, terpencil, dan masyarakat miskin wilayah kumuh. Termasuk di daerah perbatasan. (gus/rus/c)
TMMD Rabat Beton Jalan Sepanjang 1 Km
×

