pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ditinggal Kontraktor, Proyek Jembatan Terbengkalai

ENREKANG, BKM — Satu lagi proyek bermasalah di Kabupaten Enrekang. Pembangunan penggantian jembatan Sungai Ponmintu di jalan trans Sulawesi poros Enrekang-Toraja, tepatnya di Desa Pana, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang kini terbengkalai.
Proyek tersebut dikerjakan PT Rajasa Tomax Globalindo dengan nilai kontrak sebesar Rp16.104.874.924. Sempat dikerjakan oleh pelaksana, proyek tersebut kini ditinggalkan begitu saja.
Warga setempat menginformasikan, pekerjaan proyek terhenti usai Hari Raya Idul Adha bulan lalu. Akibatnya, jalur lalulintas terganggu.
Jembatan darurat yang dibuat sebagai akses alternatif selama proyek dilaksanakan, kini kondisinya memprihatinkan. Jembatan darurat yang terbuat dari batang pohon kelapa itu sudah berlubang dan rapuh.
Para pengendara, khususnya roda empat, harus ekstra hati-hati ketika hendak melintas di atasnya. Sebab sudah banyak pengguna jalan, baik roda empat maupun roda dua yang terperosok di jembatan darurat tersebut lantaran ban kedaraan mereka masuk lubang di sela-sela batang pohon kelapa.
”Setelah Idul Adha bulan lalu sampai sekarang, belum ada pekerjaan lanjutan proyek jembatan. Informasi yang kami dapatkan, kontraktornya sudah kabur,” kata Saiful, warga sekitar lokasi proyek jembatan, kemarin.
Yang lebih parah lagi, warga setempat yang sebelumnya bekerja di proyek tersebut, tidak pernah menerima gajinya.
Sementara Rusdi, salah seorang pengguna jalan, sangat khawatir jika melintas di jembatan darurat. Dia bahkan harus berkorban untuk membeli kayu guna menutupi lubang di sela-sela batang pohon kelapa di jembatan darurat tersebut.
”Pembuatan jembatan darurat ini sangat mengkhawatirkan. Jika seandainya saat kami melintas membawa bahan untuk pembuatan bnadara di Toraja mengalami kecelakaan di jembatan ini, siapa yang mau bertanggung jawab,” cetusnya.
Agar persoalan ini tidak semakin berlarut-larut, pemerintah Desa Pana dan Kapolsek Alla sudah turun tangan menegur kontraktor. Namun hal itu diabadikan.
”Saya bersama Kapolsek Alla sudah menyampaikan kepada pihak kontraktor untuk segera menyelesaikan pekerjaannya. Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” ujar Yusran, Kades Pana.
Menyusul terbengkalainya proyek tersebut, Yusran berharap kepada Pemkab Enrekang dan Pemprov Sulsel untuk mencari solusi secepatnya. Sebab jika kondisi ini dibiarkan, dikhawatirkan akan timbul korban.
Terpisah Amiruddin, anggota DPRD Enrekang dari Partai Gerindra mengecam keras tindakan kontraktor yang mengabaikan tanggung jawabya sebagai pemenang tender dalam pembagunan jembatan tersebut.
”Ini masalah keselamatan jiwa manusia. Tidak menutup kemungkinan, jika ini dibiarkan akan memakan korban jiwa. Dinas PU Enrekang agar segera berkomunikasi dengan Dinas PU Provinsi,” tegas Amiruddin.
Kepala Dinas PU Enrekang Abdullah Sanneng juga menyesalkan terbengakailnya pekerjaan proyek pembangunan jembatan di daerahnya ini. Diapun mengungkap adanya ‘kejanggalan’ dalam pekerjaan proyek tersebut.
”Pertama kali mau dikerjakan itu jembatan, kami tidak mendapat pemberitahuan dari kontraktornya. Nanti saya yang cari tahu siapa kontraktornya, lalu kemudian saya komunikasikan ke Dnas PU provinsi,” jelas Abdullah.
Ketika dihubungi, Nawir selaku kontraktor PT Rajasa Tomax Globalindo yang mengerjakan pembagunan jembatan tersebut, membantah jika pihaknya tidak bertanggung jawab. ”Kami tidak akan lari. Kami akan melanjutkan pekerjaan itu. Kami hentikan sementara kerena terkendala alat redimis (pencampur beton). Tempat mengambil redimis di Toraja lagi full,” jelas Nawir. (her/rus/b)



×


Ditinggal Kontraktor, Proyek Jembatan Terbengkalai

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar