GOWA, BKM — Insiden jatuhnya crane di tanah suci sudah berlalu. Namun, masih menyisakan sejumlah masalah. Seperti janji pemerintah untuk menyantuni para korban musibah crane.
Dua keluarga korban crane, yakni Normalantang Kulasse dan Rosnallang Caco Baba asal Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan mengaku saat ini belum menerima santunan, sesuai yang dijanjikan pemerintah.
Hal itu disampaikan Safaruddin, salah seorang anak Normalantang. Safaruddin mengatakan, pihak keluarganya kini mendesak pemerintah agar memperhatikan nasib keluarganya yang menjadi korban dalam peristiwa yang menewaskan puluhan jamaah haji dari berbagai provinsi di Indonesia dan negara itu.
“Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan keluarga kami yang jadi
korban,” kata Safaruddin di Sungguminasa, Kamis (15/10) kemarin.
Korban Crane Tagih Santunan PemerintahSejak ibunya pulang dari tanah suci, ia belum menerima santunan dari pemerintah. Akibatnya kata dia, ibunya hanya dirawat seadanya saja di rumah. Padahal, akibat insiden itu kedua kakinya mesti menjalani operasi di salah satu rumah sakit di Arab Saudi dan kini masih dalam proses pengobatan.
“Kedua kaki ibu saya masih di-gips. Untuk ke kamar mandi, ibu hanya bisa menyeret badannya saja atau dipapah oleh anaknya,” Safaruddin.
Safaruddin mengatakan, ibunya saat ini harus menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa. Untuk mendapatkan perawatan, pihak keluarga hanya menggunakan layanan Jaminan Kesejahteraan Nasional (JKN). Itu karena belum ada sepeserpun bantuan dari pihak pemerintah.
Untuk itu, ia bersama anggota keluarganya yang lain, sangat berharap pemerintah bisa segera memberikan bantuan atau santunan agar korban bisa diobati secara optimal hingga pulih.
Kepala Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Kabupaten Gowa, H Jamaris A Halik mengatakan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi terkait santunan yang akan diberikan ke keluarga korban crane jatuh. Soal santunan yang dijanjikan, ia mengaku hanya mengetahuinya dari media.
“Saya tahu kalau ada santunan yang dijanjikan, tapi itu baru dari media. Belum ada penyampaian resmi ke kami,” katanya.
Jamaris mengaku kalau pemerintah kabupaten belum pernah berwacana akan memberikan santunan kepada jamaah yang menjadi korban insiden tersebut. (sar-ril/b)
Korban Crane Tagih Santunan Pemerintah
×

