MAKASSAR, BKM — Banyak guru sekolah dasar (SD), SMP dan SMA/SMK di Kota Makassar ternyata enggan menjadi kepala sekolah (Kepsek). Rendahnya minat guru menjadi kepala sekolah terbukti dari minimnya jumlah guru yang mendaftar seleksi atau lelang jabatan kepala sekolah.
Dari data pendaftar hingga hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10), hanya 470 orang guru yang memasukkan berkas pendaftarannya. Padahal,
Pemerintah Kota Makassar siap menerima 1.827 calon kepsek yang akan mengikuti tes tertulis.
Alhasil, Pemkot Makassar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar akan menambah waktu pendaftaran hingga Senin (19/10) mendatang.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar, Ariaty Puspasari yang ditemui BKM di posko pendaftaran di SMP Negeri 13 mengatakan, hingga hari terakhir pendaftaran pukul 15:30 Wita, kemarin, jumlah pendaftar kepsek untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) tercatat sebanyak 320 peserta.
Sementara jumlah peserta yang mendaftar untuk calon kepsek untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 99 peserta, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 31 peserta, dan untuk tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 20 orang.
Ia menambahkan, melihat kondisi pendaftar yang begitu banyak dan membeludak di hari terakhir, maka pihaknya memperpanjang waktu pendaftaran selama dua hari yakni di hari Jumat dan Senin.
“Kita masih membuka posko pendaftaran hingga Senin mendatang. Kita memberikan kelonggaran ke para calon untuk memasukkan dan memperbaiki berkas mereka seperti permasalahan surat Keterangan Sehat dan beberapa berkas lainnya,” ujar Ariaty.
Di tempat yang sama, Syarifuddin (51), salah satu pendaftar kepala sekolah dari SDN Aroepala yang ikut kembali bertarung (incumbent) mengatakan, ia sangat berharap dapat terpilih kembali memimpin SDN Aroepala.
“Saya sudah menjabat Kepsek selama 6 tahun, dan pada lelang jabatan kepsek di tahun ini, saya berharap bisa terpilih lagi,” harapnya.
Berbeda dengan Syarif, Hasriyati (49) Kepala Sekolah SD Perumnas Antang II yang ikut kembali mendaftarkan dirinya (incumbent) mengatakan, ia hanya memasukkan berkas pendaftaran, siapapun terpilih adalah hak wali kota.”Siapapun terpilih adalah hak pak wali kota. Saya selaku abdi negara siap bertugas dimanapun termasuk mensukseskan program pemkot dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Makassar,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar mengaku intens melakukan pemantauan pada seleksi kepsek.
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Mudzakkir Ali Djamil, mengatakan, hingga saat ini dewan selalu mengawal dan memantau proses recruitment Kepala Sekolah. Namun hingga saat ini dewan belum menerima data pasti calon kepsek yang mendaftar.
“Kita tetap mengawasi proses seleksi kepsek. Kita minta Disdikbud segera menyerahkan data pendaftar,” ujarnya usai melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Makassar, kemarin.
Lanjut Mudzakkir, proses recruitment Kepsek dilakukan dengan menggunakan dua jalur yaitu melalui jalur pengawasan sekolah dan jalur umum. Selain itu, dewan mewanti-wanti proses recruitment Kepsek jangan sampai ada punggutan liar.
“Kita imbau seluruh seleksi kepsek harus mengacu pada peraturan nomor 28 tahun 2010,” jelasnya.
(arf-ita-jun/b)

