pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dokter Wajib Kedepankan Etika Pelayanan

GOWA, BKM — Banyak keluarga pasien masuk ruang UGD maka paramedis akan sulit melakukan tindakan cepat untuk pasien. Sehingga perlu ada sistem yang bagus dilakukan pihak rumah sakit untuk menertibkan pola-pola pelayanan dalam rumah sakit khususnya dalam ruangan gawat darurat.
Hal ini sebagai gambaran tentang hukum dan etika antara dokter dengan pasien yang dikemukakan dalam seminar ilmiah yang digelar IDI Gowa, Jumat (16/10) sore.
Seminar ini menjadi rangkaian pelantikan pengurus IDI Gowa masa bakti 2014-2017 di batuga Tinggimae, rujab Bupati Gowa.
Pembicara dalam seminar ilmiah bertajuk Syndrome Metabolik Update antara lain, Prof Dr Abdul Kadir menyebutkan jika seorang dokter maupun tenaga paramedis dalam melakukan pelayanan harus memahami pola pelayanan kepada pasien.
Dimana peran hak dan kewajiban seorang dokter harus dipahami betul begitu pula pasien harus tahu posisi hak dan kewajibannya sebagai pihak yang menerima pelayanan itu.
Prof Dr Abdul Kadir yang juga Ketua IDI Sulsel mengatakan, kondisi psikologis perlu dialami baik para petugas medis dan dokter dalam melakukan pelayanan di layanan-layanan urgen seperti gawat darurat.
“Ruang gawat darurat harus steril, harus tenang, sejuk sehingga menimbulkan rasa nyaman bagi petugas medis dalam melakukan pelayanan terhadap pasien,” kata Prof Dr Abdul Kadir.
Menyinggung soal hukum dan etika hubungan dokter dengan pasien, dr Suryadi, Kepala Keperawatan RSUD Syekh Yusuf melayangkan kasus keluarga pasien yang melakukan kekerasan terhadap seorang dokter UGD, beberapa waktu lalu yang saat ini telah ditangani kepolisian.
Menurutnya, kasus harus menjadi perhatian besar bagi seluruh dokter agar mengedepankan kehati-hatian dalam pelayanan, guna menghindari peristiwa tersebut terulang kembali.
Sementara, Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa, dr H Salahuddin dalam sambutannya di acara tersebut menjelaskan, bahwa kondisi tersebut sangat rawan terjadi di lingkungan rumah sakit, dimana kerap pihak rumah sakit mendapatkan insiden-insiden yang akhirnya menjadi kasuistik.
Karena itu, lanjutnya, peran IDI tentulah menjadi satu cerminan bagi para dokter untuk dapat memahami etika dalam berhubungan dengan pasien.
“IDI akan melakukan beberapa langkah dalam hal perbaikan mutu pelayanan dokter kepada pasien. Tak selamanya insiden terjadi karena kelalaian dokter tapi ada kalanya juga karena tidak pahamnya pasien atau keluarga pasien terhadap ketentuan pelayanan khususnya di layanan gawat darurat. Karena itu IDI akan melakukan pembenahan terkait peningkatan SDM pelayanan baik di rumah sakit maupun puskesmas,” harap ketua IDI Gowa terpilih itu.
Seminar yang diakhiri pelantikan pengurus IDI Gowa oleh Ketua IDI Sulsel itu juga dihadiri Plt Bupati Gowa, HM Sidik Salam, Sekkab Gowa, H Muchlis dan Sekdis Kesehatan Gowa, Armin, jajaran Dinkes Gowa serta para kepala Puskesmas se Gowa.
Plt Bupati Gowa, HM Sidik Salam berharap agar IDI dapat membina anggotanya secara rutin untuk mencapai profesionalisme sebagai PNS yang akan berdampak pada pelaksanaan tugas-tugas yang diemban oleh seorang anggota IDI. (sar-ril/c)



×


Dokter Wajib Kedepankan Etika Pelayanan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar