MAKALE, BKM — Sudah sepekan lamanya antrean panjang truk 10 roda terjadi di Desa Pana, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Mobil yang mengangkut semen menuju Toraja ini menumpuk tak bisa jalan akibat tidak bisa melewati jembatan darurat di poros Enrekang-Toraja.
Proyek penggantian jembatan di Desa Pana ini terbengkalai setelah ditinggal kontraktornya PT Rajasa Tomax Globalindo Makassar sejak usai Idul Adha bulan lalu. Jembatan darurat yang dibuat agar akses jalan tetap tersambung, kini mengalami kerusakan. Material yang terbuat dari pohon kelapa sudah lapuk, dan hanya bisa dilewati truk bermuatan 10 ton.
Kondisi ini tidak memungkinkan truk pengangkut semen yang bertonase berat. Jika dipaksakan melalui jembatan darurat yang sudah rusak, kendaraan 10 roda ini dikhawatirkan akan mengalami kecelakaan.
Akibat tersendatnya distribusi semen ke Toraja, beberapa kegiatan proyek menjadi terhambat. Sebab semen sebagai material utama makin sulit didapat.
Wakil Ketua DPRD Tana Toraja Andareas Tadan mengaku prihatin dengan kondisi ini. Karena gara-gara pembangunan jembatan di Pana terbengkalai, berdampak pada terhambatnya penyelesaian sejumlah megaproyek di daerah ini.
Diapun mempertanyakan kinerja PT Rajasa Tomax Globalindo Makassar selaku pelaksana. Seharusnya, proyek senilai Rp16.104.874.924 ini selesai tepat waktu.
Dari informasi yang diperoleh Andarias, pekerjaan proyek ini berlangsung 120 hari, dari 8 Mei hingga Desember 2015. Namun karena terbengkalai, realisasi kegiatan di lapangan sangat minim. Sangat jauh dari waktu yang sudah dihabiskan. Padahal jembatan ini merupakan poroses provinsi yang menghubungan antarkabupaten.
”Yang kita khawatirkan, terbengkalainya proyek jembatan di Pana menghambat proyek Bandar Udara Mengkendek yang sementara dipacu. Karena ditargetkan proyek tersebut selesai tahun 2018. Jadi distrubusi material ke lokasi tidak boleh terhambat,” jelas Andarias Tadan. (gus/rus/b)
Jembatan Darurat Rusak, Truk Semen Menumpuk
×

