pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Lagi, Mobil Passokorang Nyaris Terbalik

MAMASA, BKM — Untuk kesekian kalinya mobil milik PT Passokorang yang mengerjakan proyek jalan beton di poros Mamasa, mengalami kecelakaan. Kali ini, mobil yang memuat semen curah nyaris terbalik di Dusun Bussu, Desa Kanan, Kecamatan Tandukkalua, Kabupaten Mamasa. Beruntung badan mobil tersebut masih sempat bersandar di gunung yang ada di sisi jalan.
Sedangkan ban depan dan belakang mobil ini terlepas. Dalam kejadian ini, tidak menimbulkan korban jiwa. Namun arus lalulintas baik dari arah Polewali ke Mamasa dan sebaliknya, jadi terhambat. Kemacetan pun tidak bisa terhindarkan lagi. Timbulnya kejadian untuk yang kesekian kalinya ini disebabkan jalan beton yang dikerjakan PT Passokorang agak sempit. Sehingga sopir tidak mampu memfokuskan jalan yang ada dengan ban.
Akibatnya, ban sebelah kiri keluar jalur sehingga mobil oleng dan sandar ke gunung. Sekadar diketahui, jalan beton yang dikerjakan PT Passokorang agak kecil sempit. Satu jalur saja lebarnya hanya 2 meter. Bahkan tidak cukup. Olehnya itu, tidak sedikit mobil yang meleset dari as jalan dan terbalik. Beruntung mobil yang mengalami kecelakaan itu tidak sampai terbalik dan hanya sandar ke gunung.
Menyikapi jalan beton yang dikerjakan PT Passokorang dari Bussu Desa Kanan, anggota DPRD Sulbar, Sudirman Darius, ketika dikonfirmasi BKM via telepon selulernya, kemarin, mengatakan, pekerjaan jalan beton di Mamasa ada dua sumber pembiayaannya, yakni melalui APBN dan PABD Provinsi Sulbar.
Kalau jalan beton yang dibiayai APBN itu tergolong jalan nasional. Lebarnya enam meter. Sedangkan kalau jalan beton yang dibiayai melalui APBD Provinsi Sulbar, itu lebarnya lima meter. Jadi kalau lebarnya hanya empat meter atau bahkan kurang dari itu, tentu perlu dipertanyakan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulbar.
”Tapi kita belum bisa menjastifikasi, karena kita belum melihat kontrak dari pekerjaan tersebut. Pekerjaan jalan beton di Mamasa dibiayai melalui APBD Provinsi Sulbar dan APBN. Untuk jalan yang dibiayai melalui APBD lebarnya hanya lima meter. Sedangkan jalan beton yang dibiayai lewat APBN lebarnya enam meter,” ujar anggota Komisi Tiga DPRD Sulbar ini.
Selain dugaan kekurangan ukuran lebar jalan yang dikerjakan, tambah Sudirman, dirinya juga menemukan banyak pelanggaran dalam pembuatan jalan beton yang dikerjakan kontraktor PT Passokorang. Dimana ditemukan sejumlah batu sungai bundar sebesar kepalan tangan manusia digunakan untuk mengecor.
”Bagaimana corannya tidak retak kalau batu yang digunakan batu pecah. Tapi batu sungai utuh sebesar kepalan tangan manusia,” sesal Sudirman. (dar/mir/b)



×


Lagi, Mobil Passokorang Nyaris Terbalik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar