ENREKANG, BKM — Ratusan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Enrekang terlibat dalam pembongkaran kios di Pasar Sudu, Kecamatan Alla, Sabtu (17/10). Tidak ada aksi kekerasan ataupun penolakan dari para pedagang.
Semua berjalan lancar. Bahkan pedagang dan Satpol PP saling membantu membongkar kios, serta memindahkan barang dagangan ke tempat relokasi di Pasar Sub Terminal Agro (STA) Sumillan. Jarak kedua tempat ini sekitar 1 kilometer.
Relokasi Pasar Sudu dilakukan, menyusul rencana dibangunnya kios baru berlantai dua untuk menambah tempat berjualan, agar seluruh pedaganga bisa tertampung. Dengan begitu, tidak ada lagi aktivitas berjualan di pinggir jalan yang menjadi pemicu kemacetan di jalan provinsi poros Enrekang-Toraja, utamanya di hari pasar, Selasa dan Jumat.
”Untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan pada saat pembongkaran kios, kita turunkan 100 personel Satpol,” kata Abdul Gani, Kepala Satpol PP Enrekang yang ditemui di Pasar Sudu, Sabtu (17/10).
Menurut mantan Kabag Humas Pemkab Enrekang ini, pelibatan Satpol PP dalam pembongkaran kios dimaksudkan untuk membantu para pedagang memindahkan barang dagangannya.
Terpisah, Kabag Ops Polres Enrekang Kompol Ismail yang ditemui di lokasi, mengaku juga menurunkan 32 personel kepolisian untuk memback up Satpol PP saat pembongkaran berlangsung. ”Sesuai permintaan Pemkab Enrekang, kita turunkan 32 personel anggota untuk membak up Satpol PP,” jelas Ismail.
Jufri, salah seorang pedagang Pasar Sudu hanya sabar dan pasrah saat kiosnya dibongkar oleh Satpol PP. ”Kita menerime pembongkaran ini. Seandainya tidak merata dibongkar, kita bisa mempertanyakan. Tapi ini kan demi kepentingan kita bersama,” ujarnya.
Sikap yang sama ditunjukkan Ibba, pedagang lainnya. Ia juga terlihat pasrah sambil membongkar kiosnya dibantu personel Satpol PP. ”Yang saya mau pertanyakan, dimana kami berjualan selama pembangunan pasar berlangsung,” cetusnya.
Begitupun dengan Anno. Pedagang di Pasar Sudu ini terpaksa membongkar sendiri kiosnya. ”Mau tidak mau kita harus bongkar. Karena kalau kita tidak mau, petugas akan turun tangan. Lebih baik kita bongkar sendiri,” katanya penuh kepasrahan.
Terpisah, Kabid Pengelolah Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Enrekang Seli bersama Asisten III Hardi, mengatakan bahwa untuk sementara ratusan pedagang Pasar Sudu direlokasi ke Pasar Sub Terminal Agro Sumillan. “Untuk sementara pedagang kita arahkan ke Pasar Sub Terminal Agro (STA) Sumillan,” jelas Hardi.
Pembangunan kembali Pasar Sudu dikerjakan PT Kiston Sinar Jaya. Anggaran sebesar Rp10 miliar berasal dari APBN 2015 melalui Kementerian Perdangan. (her/rus/b)
Ratusan Pedagang Pasar Sudu Pasrah Direlokasi
×

