e-PUPNS Terhambat Koneksi Internet
MAROS, BKM — Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Kabupaten Maros mengaku kewalahan saat melakukan Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil Secara Elektronik (e-PUPNS) tahun 2015, lantaran akes internet yang lalet.
Selain lelet, server down hingga masih ada PNS yang tidak melek IT juga menjadi kendala e-PUPNS di Maros.
“Lamannya sulit diakses sedangkan persyaratan yang harus diinput terlalu banyak, dan masih ada rekan-rekan yang tidak tau menggunakan internet, sehingga lebih memilih membayar orang untuk didaftarkan,” keluh salah seorang PNS.
Dikonfirmasi soal ini, kepala Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) Maros, Arwin Malik menjelaskan hingga, Senin (19/10) sudah 7 ribu PNS yang sudah mendaftar secara online. 2 ribu diantaranya belum terdaftar.
“Kita juga maklum dengan kondisi yang dihadapi PNS dalam mendaftar e-PUPNS. Namun ini tidak hanya terjadi di Maros, tetapi sebagian besar daerah di Indonesia. Ini masalah nasional juga,” urainya.
Sementara praktisi IT, Ilham Halimsyah menyarankan, PNS bisa mengakses laman diluar jam-jam kerja. Misalnya jam 16.00 atau mulai jam 20.00 malam. Koneksi internet yang digunakan-pun sedianya stabil alias tidak naik turun.
“Minimal kecepatannya mencapai 700 KB per detik. Hindari menggunakan signal booster di hotspot publik, karena hanya akan merugikan pengguna internet lainnya,” kata Ilham.
Selanjutnya, server laman e-PUPNS juga perlu dibagi perwilayah. Pasalnya, kata Ilham, selama ini servernya terpusat di Jakarta. Sedangkan yang mengaksesnya setiap hari ada sekira 3 juta PNS.
“Akibatnya, baru login dan mengisi halaman pertama, baru melangkah ke halaman berikutnya koneksi sering terputus. Pembagian jam akses juga bisa membantu,” tandasnya. (ari-ril/c)
================
Hantam Pembatas Irigasi, Warga Bajeng Tewas
GOWA, BKM — Daeng Bella, warga Pa’bentengang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa tewas di tempat setelah menghantam pembatas saluran irigasi diwilayah Pa’bentengang, Minggu (18/10).
Peristiwa ini membuat istri korban pun histeris. Diduga korban mengendarai sepeda motor dalam kondisi mabuk berat. Hal itu dibuktikan dengan aroma alkohol dari mulut korban.
Daeng Rimang, istri korban tak henti-hentinya histeris, bahkan hingga jazad suaminya dibawa ke Puskesmas Bajeng. Bahkan saat jazad suaminya hendak dibawa pulang ke rumah duka, sang istri pun nyaris pingsan.
Menurut saksi mata pada malam kejadian itu korban terlehiat mengendarai sepeda motor Nopol DD 2597 IS. Informasi yang dihimpun kalau almarhum baru pulang dari pesta minuman keras (miras). Saat menuju rumahnya, korban didiuga dalam pengaruh miras, hingga korban kehilangan kendali dan menabrak tiang pembatas saluran irigasi.
Petugas Kepolisian Polsek Bajeng yang tiba di lokasi kecelakaan langsung olah TKP telah memeriksa sejumlah kerusakan pada sepeda motor yang dikendarai korban. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas memastikan kalau korban mengalami kecelakaan tunggal.
“Setelah kami periksa dan meminta keterangan saksi kita simpulkan kalau korban mengalami kecelakaan tinggal. Usai pemeriksaan terhadap jazad korban, langsung kita evakuasi ke Puskesmas. Sementara sepeda motor korban diamankan petugas sebagai barang bukti,” jelas Aiptu Ardiansyah, petugas Unit Lakalantas Polres Gowa. (sar)
=================
TAKALAR, BKM — Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (BP-PUADNI) Sulsel kembali memberikan bantuan kepada sejumlah desa di Kabupaten Takalar. Kali ini bantuan berupa sarana permainan untuk kelompok Desa ramah Anak disalurkan di Desa Soreang, Kecamatan Mappakasunggu, Senin (19/10).
Bantuan ini diserahkan perwkilan BP PAUDNI Sulsel, Drs Aminullah Irsyad Bella kepada kepala desa setempat dan disaksikan Camat Mappakasunggu, Fatmawati. Aminullah mengatakan, bahwa bantuan ini diberikan karena Desa Soreang telah menjadi percontohan program PUADNI di Takalar.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dibentuk oleh balai pengembangan pendidikan usia anak didik, karena selain membantu masyarakat, tentu juga telah membantu pemerintah dalam upaya mencerdaskan anak Bangsa,” kata Camat Mappakasunggu, Fatmawati.
Di tempat yang sama, Drs Aminullah Irsyad Bella mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan oleh pihaknya dalam program Desa ramah Anak merupakan sebuah upaya memberi pembelajaran pendidikan diusia dini, dengan tujuan agar kelak ketika anak memasuki pendidikan formal.
“Sehingga tidak ada lagi kesulitan dalam menempah pendidikan” program Desa ramah Anak ini akan kita kembangkan kedes lain jika program ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah,” jelas Aminullah Irsyad Bella.
Aminullah, menambahkan bahwa ditunjuknya Desa Soreang sebagai salah satu Desa percontohan Desa ramah Anak setelah pihaknya melakukan survey sebelum kegiatan berlangsung.
“Kegiatan ini pula merupakan kerjasama dengan pemerintah kabupaten dengan balai pengembangan. Kami berharap semua elemen terus bekerja sama mengembangkan program ini,” Tandas Aminullah. (ari-ril/c)

