MAKASSAR, BKM–Aliansi Mahasiswa Soppeng Pengawal Demokrasi (Awasi) menegaskan selebaran yang berisi “Tolak Pemimpin Anarkis” bukan black campaign atau kampanye hitam untuk memojokkan kandidat tertentu. Selebaran ini justru merupakan seruan moral kepada semua kandidat. Bahkan untuk calon kepala daerah di luar Soppeng sekalipun. “Ini seruan moral yang bernilai positif, dalam selebaran itu kan tidak ada nama orang apalagi foto hanya pesan yang bersifat umum,” Kata Ketua Awasi, Zul Khaerul melalui rilis yang dikirim keredaksi BKM, Senin (19/1).
Menurut dia, idealnya setiap pemimpin mengendalikan kekuasaannya dengan arif dan bijaksana. Mereka yang memimpin dengan sikap anarkis dipastikan akan mendapat antipati dari rakyat dan bawahannya. Karenanya, semua calon yang bertarung dalam Pemilukada terutama di Soppeng, diminta agar tidak anarkis kelak saat memimpin.
Pria yang akrab disapa Heru ini mengaku heran dengan banyaknya pihak yang tersinggung dengan selebaran ini. Padahal menurut dia, seruan ini semata-mata untuk mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dalam memilih calon pemimpinnya ke depan. “Kita harus mencipatakan suasana yang kondusif ditengah pergulatan politik, terkhusus di Soppeng kita ingin kejadian yang buruk tak terulang lagi,”katanya.
Sekadar diketahui, Pemilukada Soppeng 9 Desember nanti diikuti dua paslon yakni Lutfi Halide-Zulkarnaen Soetomo dan paslon HA Kaswadi Razak-Supriansa. Keduanya terus mensosialisasikan program dan visi-misinya ke masyarakat. (rif)
Seruan Tolak Pemimpin Anarkis Bukan Black Campaign
×

