MAROS, BKM — Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Maros, sejak Agustus hingga Oktober ini telah mencapai Rp12 miliar.
Kepala Cabang BRI Maros Wurianto menjelaskan, melemahnya dan perlambatan ekonomi tidak terlalu mempengaruhi perekonomian di Maros. Hal ini disebabkan karena komoditi pertanian Maros masih menjadi andalan.
“Sejak di launching Agustus lalu, nilai penyaluran KUR kami mencapai Rp12 miliar. Kondisi di Sulsel khususnya di Maros cukup baik perekonomiannya. Berbeda dengan daerah jawa yang mayoritas industri garmen, tekstil dan lainnya sehingga sangat berpengaruh terhadap lambannya laju ekonomi dan melemahnya rupiah, ” bebernya, Jumat (23/10).
Sementara itu, bagian KUR BRI Maros Minhajuddin merinci per akhir September penyaluran KUR untuk bisnis ritel yang nilai pinjaman antara Rp25 juta hingga Rp500 juta telah mencapai Rp4 Miliar sedangkan untuk mikro yang nilai pinjamannya dibawah Rp25 juta mencapai Rp8 Miliar.
“Mayoritas penyaluran KUR di Maros menyasar pendagangan sapi. Populasi sapi dan pedagang di Maros cukup besar sehingga memang sebulan ini KUR yang disalurkan untuk perdagangan sapi,” paparnya.
Minhajuddin menambahkan, untuk meningkatkan penyaluran KUR, pihaknya terus melakukan sosialisasi dengan pengusaha mikro. Selain itu pihaknya juga menjalin kerjasama dengan beberapa organisasi usaha di Maros seperti Perpadi dan KTNA Maros. (ari-ril/c)
Penyaluran KUR BRI Capai Rp12 Miliar
×

