MAROS, BKM — Kemarau panjang berdampak pada kondisi air baku di Bendungan Lekopancing. Pantauan terakhir, Jumat 23 Oktober, air Lekopancing tampak gersang. Debit air yang biasanya 70 liter perdetik, kini mengalami penurunan hingga 70 persen.
Direktur PDAM Maros, Abdul Baddar menjelaskan, jika dalam sebulan kedepan belum ada hujan, maka air di Bendungan Lekopancing dipastikan habis. Daerah yang terancam kekurangan air antara lain Mandai, Batangase, Bandara dan Pattene hingga Marusu.
“Jadi yang terdampak berat adalah Maros, bukan Makassar yang selama ini juga pakai air disana,” kata Baddar saat mendampingi Pelaksana tugas (Plt) Bupati Maros Andi Herry Iskandar meninjau Bendungan Lekopancing, Jumat (23/10).
Sementara di sumber air lainnya, yakni Bendungan Bantimurung dan Tanralili relatif masih aman, dengan suplay 250 liter per detik. “Pada dua sumber air itu, kita masih bisa berharap banyak, hanya di Lekopancing yang krisis,” bebernya.
Plt Bupati Maros, menginstruksikan langkah antisipatif terkait hal itu. Dirinya meminta agar PDAM lebih sigap menganggapi ancaman krisis air, sebagai kebutuhan dasar warga Maros. “Kita sudah minta agar daerah terdampak nanti disuplay airnya dengan mobil tangki,” tegasnya.
Pemkab juga berencana mengarahkan tiga unit armada dari Damkar dan BLH Maros untuk menginjeksi air pada tangki ke saluran jaringan air PDAM di lima daerah. (ari-ril/c)
Bendungan Lekopancing Mengering
×

