MAROS, BKM–Debat kandidat tiga paslon di Pemilukada Maros Sabtu (24/10) hanya menjadi ajang untuk saling menjatuhkan. Hal tersebut terlihat saat paslon nomor urut 2, Husain Rasul- Sudirman (Hadir) menuding paslon nomor urut 1, Imran Yusuf-Andi Said Patombongi (Iman) sebagai paslon boneka. Husain menyebutkan, Iman merupakan paslon yang sebelumnya tidak pernah terdengar untuk maju. Bahkan disebutkan tidak pernah mendaftar kebeberapa partai. “Iman tidak pernah didengar mendaftar ke partai, tapi akhirnya diusung beberapa partai. Yang menyebabkan calon lainnnya Nurhasan tersingkir,”ujar Husain.
Tudingan sebutan paslon boneka, dijawab sinis Said Patombongi. Dia membantah dirinya dan pasangannya dinobatkan sebagai paslon boneka. Menurutnya kalau Iman paslon Boneka, pasti KPU tidak akan meloloskan mereka. “Kami ini bukan boneka, karena kalau boneka pasti tidak akan lolos. Selain itu logikanya boneka itu tidak bisa memiliki anak, tapi kami memiliki anak,”sindirnya.
Hadir juga menyerang Hatita dengan kasus hukum yang menimpa pejabat dimasa pemerintahan Hatta. Hattapun menjawab, bila pihaknya tidak bisa mencopot jabatan kepala SKPD jika belum ada kekuatan hukum tetap dari pengadilan. “Kita masih menganut asas praduga tak bersalah. Kami sudah membuktikan komitmen terhadap pemberantasan korupsi saat salah satu kepala SKPD divonis pengadilan bersalah, maka kami langsung mencopot jabatanya,” jawab Hatta.
Hadir juga menyinggung soal kualitas jalan beton yang dibuat bupati Hatta dengan membandingkan kualitas jalan beton yang dirintis bupati sebelumnya Andi Nadjamuddin Aminullah.
Anggota Panwas Satriawan menilai kesan saling menjatuhkan dalam debat kandidat masih tergolong wajar. “Tudingan ungkapan tendensius yang dilontarkan pasangan Hadir kepada kedua paslon masih wajar,”ujar Satriawan.(ari/rif/c)
Debat Kandidat Ajang Saling Menjatuhkan
×

