LUWU, BKM — Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan bersama Wakil Bupati Amru Saher menyerahkan penghargaan khusus kepada Tunas Cs, yang terdiri dari 37 warga Dusun Gamaru, Desa Ulu Salu, Kecataman Latimojong. Penghargaan yang diserahkan Jumat (23/10) malam berlangsung di lokasi posko evakuasi pesawat Aviastar Dusun Gamaru.
Selain Kapolres dan Wabup, hadir dalam acara ini Wakapolres Luwu Kompol Saenong, Kabag Ops Kompol Herman Palar, Kadis Dukcapil Muh Aras, Kabag Humas Anwar Usman dan Camat Latimjong M Idris. Sementara perwira dari Polres Luwu tampak Kasat Reskrim AKP Dedy Setiawan, Kasat Intel AKP Hafiudin, Kasat Sabara AKP Abubakar, Kanit Regident Samsat Luwu Iptu Ahmad, Kaur Ops Lantas Iptu Petrus Sandale serta para kapolsek.
Kepada warga Gamaru, Kapolres Adex Yudiswan menuturkan jika niat baik jangan sungkan melakukannya. Apalagi soal kemanusiaan. “Sebab berbuat baik untuk kemanusiaan tak akan pernah habis diceritakan dalam sejarah,” kata Adex.
Wabup Luwu Amru Saher memberi apresiasi mendalam atas upaya dan kerja keras Kapolres Luwu dan jajarannya, termasuk warga Dusun Gamaru yang telah membantu menemukan jejak Aviasstar di lembah Bajaja. “Gamaru ini lebih terkenal daripada nama Luwu pasca ditemukannya pesawat Aviastar,” ujar Amru Saher.
Diakuinya, nilai gotong royong masyarakat Dusun Gamaru masih terpelihara dengan baik. Bahkan pihak Basarnas pun tidak menampik hal itu.
Camat Latimojing M Idris juga henti memberi pujian kepada warga Gamaru, sehingga tugas mulia menemukan korban Aviastar berjalan sukses
“Saya pagi hari di Tibusang bersama Pak Bupati dan Pak Dandim. Tiba-tiba ditelepon Pak Tunas bahwa pesawat sudah ditemukan oleh tim yang dipimpin Pak Kapolres Luwu. Saya patut jempol kepada Pak Kapolres yang bermalam di hutan Bajaja, dan saya sangat hormat atas semangat beliau,” kata M Idris.
Yang menarik saat penyerahan penghargaan, Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan memberi ruang kepada beberapa warga Gamaru untuk menceritakan pengalamannya saat menemukan Aviastar. Mereka yang diberi kesempatan untuk tampil adalah Tunas, Rahman, Ronal, Santo dan Embon.
Diceritakan Rahman, saat itu ia sempat menolak untuk berangkat. ”Waktu itu sore hari pada Minggu (4/10) hendak berangkat ke lembah Bajaja. Namun karena dorongan Pak Kapolres, saya ikut melakukan pencarian. Saat itu saya memberi informasi bahwa hanya tiga lokasi yang jadi target, yakni Messe, Siajo dan Bajaja,” tuturnya.
Sementara Tunas mengaku, Kapores Luwu dan rombongan pertama tiba di Gamaru mencari orang yang paham betul jalan dan medan. ”Saya bilang, saya bisa, Pak. Karena dulu saya biasa menjalani kawasan Buntu Bajaja,” jelasnya.
Dalam proses pencarian pesawat Aviastar, menurut Tunas, mereka sempat kehabisan air minum dan makanan. Terpaksa mereka meminum air rotan yang dipotong-potong.
Sementara pengakuan Ronal, saat pesawat Aviastar sudah ditemukan, dia mendapati sebuah handphone warna putih, yang tidak diketahui siapa pemiliknya. Ronal kemudian berinisiatif membukanya dan mengeluarkan kartunya. Sebab waktu itu, HP milik Ronal dan seluruh anggota tim sudah tak bisa difungsikan karena lowbat.
”Saya langsung pasang kartu di HP yang saya temukan, dan ternyata masih bisa berfungsi. Saya langsung menghubungi salah seorang warga di Gamaru. Saya sampaikan, cepat hubungi kami sebab pesawat sudah ditemukan. Saya ingat, sepupu saya segera emnghubungi posko Polres Luwu atas perintah Pak Kapolres saat kami di lokasi lembah Bajaja, Senin (5/10),” terang Ronal. (wan/rus/b)
Warga Cerita Pengalaman Temukan Aviastar
×

