pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Diberi Beras Rusak, Sekretaris BNPB Berang

POLEWALI, BKM — Sekretaris Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Polewali Mandar (Polman), H Muh Siri, sangat kesal terhadap Kepala Bidang Bina Sosial dan Bencana Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Polman, Amrullah. Pasalnya, beras yang diantarkan pada hari pertama di Posko, Senin (19/10), tidak layak konsumsi.
Hal tersebut diungkapkan Siri ketika ditemui BKM di Posko bencana kebakaran hutan dan lahan di Lapangan Sepakbola, Kelurahan Anreapi, Minggu (25/10). Karena kondisi beras busuk dan berwarna hitam, tambah Siri, maka ia meminta penggantian. Ternyata, beras pengganti yang dikirimkan banyak menir dan dedak. Sehingga kita panggilkan warga untuk diayak.
”Padahal, kondisinya sangat emergensi. Karena banyak orang yang kita mau beri makan, seperti personel TNI, Polri, Satpol PP, kesehatan, Tagana, tim AIM Trac, relawan, dan Orari. Mereka sedang melakukan pemadaman api di sejumlah titik di Kecamatan Anreapi dan Binuang, Polman,” katanya.
Dikatakan, beras yang ada tersebut dilihat langsung Kadis Kesehatan Polewali Mandar, Nurwan Katta. Kadis pun memerintahkan beras itu untuk dimusnahkan, karena tidak layak konsumsi. Begitu juga Sekkab Polewali Mandar, Andi Ismail yang mengontrol langsung dapur umum malam itu, cepat memerintahkan Dolog mengantar beras ke lokasi Posko bencana.
Keterlambatan beras pengganti itu tiba di Posko membuat pengiriman logistik makanan ke area terbakar, kata Siri, otomatis ikut terlambat. Sementara itu, Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim, tampak ikut di atas mobil pemadam kebakaran (Damkar) bahu membahu dengan warga melakukan pemahaman api.
Kabid Bina Sosial dan Bencana, Amrullah, ketika ditemui BKM di lokasi, kemarin,.mengatakan, puluhan ton beras sosial itu dititip di gudang pedagang beras di pasar sentral. Karena pihaknya tidak punya gudang penyimpanan dan pedagang yang dititipi tersebut menjual beras bantuan sosial, maka nanti ada becana baru berasnya diambil.
Sehingga berasnya selalu utuh dan bagus. ”Kalau berasnya busuk, berarti itu ulah pedagangnya. Karena kita sepakat menjual beras bantua tersebut. Tapi bila ada bencana, pihak pengusaha beras cepat menggantikannya,” tuturnya. Namun ketika ditanya wartawan tentang keuntungan yang didapatkan dari sistem ini, Amrullah mengatakan tidak tahu untung. ”Yang penting kita dapat beras bagus kalau kita butuhkan,” ujar amrullah. (dar/mir/b)



×


Diberi Beras Rusak, Sekretaris BNPB Berang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar