RANTEPAO, BKM–Perseteruan dua paslon di Pemilukada Toraja Utara semakin memanas bahkan keduanya terus menggalang dukungan masyarakat. Paslon petahana Frederik Batti Sorring-FB Rombelayuk (Sobat) jilid II gencar menyisir pemilih di wilayah pinggiran, sementara paslon Kalatiku Paembonan-Yosia Rinto Kadang (Kaboro) intens bersama relawan untuk menyusun strategi meraih suara sebanyak mungkin hingga ke TPS.
Ketua Tim Kaboro, Frederik Batong mengungkapkan keprihatinannya atas pembangunan yang belum merata antar wilayah di Toraja Utara, “Kami memaknai pemekaran 7 tahun silam menuju masyarakat Toraja Utara lebih sejahtera. Hadirnya Kaboro menjadi didasari ketidak adilan pembangunan, termasuk kue proyek masih didominasi keluarga Bupati,”ujar Batong.
Padahal idealnya proyek disuatu wilayah diperioritaskan untuk rekanan lokal, sehingga perubahan ekonomi masyarakat tercapai.
Bagi Kaboro, esensi pembangunan untuk sebuah perubahan menjadikan masyarakat Torut lebih sejahtera, dengan mendahulukan penataan tatakelola pemerintahan dengan sarana dan infrastruktur lengkap. “Sangat aneh bagi Kaboro jika kantor bupati sudah 7 tahun mekar belum tersedia, demikian pula kantor SKPD hingga kini masih sewa, bagi Kaboro suatu kemunduran,”jelasnya.
Untuk itu, paslon Kaboro menargetkan tahun kedua perubahan sudah dirasakan masyarakat. “Bila janji dan komitmen kemasyarakat dua tahun tidak terwujud, Kaboro siap mundur, jika terpilih kelak,”ujar Kalatiku dihadapan warga. (gus/rif/c).
Kaboro Siap Mundur Jika Dua Tahun Torut Tak Berubah
×

