MAKASSAR, BKM –Sejumlah calon kepala sekolah (Kepsek) mulai kasat kusuk menunggu pengumuman hasil verifikasi berkas para calon kepsek, termasuk jadwal tes tertulis dari Pemerintah Kota Makassar yang masih mengambang.
Hingga, Rabu (28/10), jadwal tes tersebut belum ditetapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar. Bahkan sejumlah guru yang siap mengikuti proses lelang jabatan kepsek sempat menyambangi ruangan Pressroom di lantai II, Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (28/10), untuk mempertanyakan jadwal tes tertulis tersebut.
Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh mengaku belum mendapatkan informasi terkait jadwal tes calon Kepsek dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Makassar.
“Saya belum dikasih sama Disdikbud jadwal tes Kepsek. Coba kita tanya langsung sama Kadisdikbud, karena saya sampai sekarang belum menerima jadwalnya,” ungkap Ibe sapaan akrab Sekkot Makassar ini.
Ibe juga menegaskan, pihaknya baru akan menggelar rapat untuk membentuk tim seleksi (Timsel). Timsel nantinya akan mengawal proses tes calon kepsek agar berjalan dengan baik tanpa ada permainan.
“Informasi yang saya tahu dari Disdikbud, kalau seleksi administrasi sudah dilakukan, tinggal membentuk timsel,” tukasnya.
Adapun figur yang diusulkan sebagai timsel calon kepsek, ujar Ibe, adalah orang yang betul-betul mampu mengontrol proses tes dengan baik hinggamenemukan kepsek yang berkualitas.
“Mudah mudahan timselnya cepat terpilih, agar proses seleksi juga bisa berjalan cepat,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Makassar, Alimuddin Tarawe belum ingin berkomentar terkait jadwal pelaksanaan tes calon kepsek ke publik. Saat dihubungi, kemarin, Alimuddin mengaku masih sibuk.”Nantipi saya tanyaki, lagi sibukka ini,” singkat Alimuddin sambil menutup telponnya.
Sehari sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menggaransi atau menjamin jika proses lelang jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) berjalan murni serta jauh dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).”Saya jamin lelang calon kepsek yang sementara bergulir jauh dari praktik KKN,” tegas Danny sapaan akrabnya.
Danny juga memastikan pengisian jabatan kepala sekolah didasarkan pada kompetensi, dan rekam jejak setiap kandidat kepala sekolah.
“Prosesnya murni, setiap calon kepala sekolah ditelusuri rekam jejaknya selama bertugas sebagai tenaga pendidik. Kami juga mengevaluasi kinerja kepala sekolah selama ini,” tegasnya.
Danny menambahkan, tujuan untuk mencari kepala sekolah berintegritas dan komitmen, semata-mata membawa Makassar dua kali tambah baik di dunia pendidikan. Apalagi, lelang jabatan dilakukan dengan sistem yang lebih terbuka dan transparan. ”Tidak usah galau adanya lelang kepala sekolah. Tunjukkan saja prestasi, saya akan road show ke sekolah melihat langsung,” ucap wali kota berlatar belakang arsitek itu.
Menurut Danny, keputusan melakukan lelang jabatan kepala sekolah dilandasi keinginan untuk melakukan revolusi pendidikan.”Dengan lelang akan muncul sosok kasek yang berkualitas,” katanya.
Prosedur lelang jabatan kepala sekolah, ujar Danny mirip dengan lelang pejabat eselon II dan III. Dalam lelang jabatan itu, akan ada tes tulis dan wawancara. Peserta yang lulus tes tulis akan mengikuti wawancara. Tes tulis dilakukan untuk mengetahui kecakapan dan kapasitas calon kepala sekolah. Sedangkan wawancara dilakukan untuk mengetahui sejauh mana visi pendidikan para calon kepala sekolah. (arf/b)

