BULUKUMBA, BKM — Dai Ahmad Al-Habsy yang didatangkan pengurus Masjid Islamic Centre Datuk Ditiro (ICDT) dalam rangka dzikir akbar, Minggu (1/11) sore, mengundang antusias warga Bulukumba. Masjid berkapasitas 30 ribu jamaah ini tampak dipenuhi para jamaah.
Sejak Dhuhur mereka sudah datang menanti kedatangan dai muda ini. Tepat selesai shalat Ashar, ustaz Ahmad Al-Habsy memasuki Masjid ICDT dengan busana muslim warna gelap.
Jamaah yang tumpah berusaha mendekati Al-Habsy. Namun sejumlah petugas Satpol PP berusaha menghalangi mereka yang ingin foto bersama.
Terlihat Bupati Bulukumba Zainudin Hasan bersama Sekkab A Bau Amal berdiri dekat mimbar sambil mempersilakan Al-Habsy duduk di sampingnya bersama pengurus Masjid ICDT. Seketika jamaah yang sudah lama menanti Al-Habsy berusaha mengambil gambar menggunakan ponsel mereka. Tidak lama kemudian Habsy diminta untuk segera berdiri di mimbar sekaligus menyampaikan tauziahnya.
Dihadapan puluhan ribu jamaah, Al-Habsy tampil dengan gayanya yang khas. Sesekali jamaah dibuat tertawa.
Ia menceritakan tragedi tiga santri penghafal Al-Quran yang tewas tenggelam. Setelah ditemukan, mayat ketiga santri itu ternyata tidak bengkak, tidak berbau dan wajahnya tersenyum sambil memeluk Al-Quran.
Al-Habsy menyampaikan betapa pentingnya belajar dan belajar membaca Al-Quran. Bagi mereka yang sudah pandai membaca, supaya tetap membiasakan diri membacanya.
Selain itu, Habsy juga mengajak jamaah untuk tetap mencintai Allah SWT. ”Apapun kegiatan kita, Allah tetap nomor satu,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Habsy yang memimpin dzikir mengajak seluruh jamaah untuk menundukkan kepala, sambil memejamkan mata. Dengan kalimat yang keluar dari mulut Habsy, satu persatu jamaah yang duduk tenang dalam masjid, tak kuasa menahan air matanya.
Apalagi ketika Habsy meminta jamaah untuk membayangkan wajah kedua orang tua, membayangkan ketika menyakiti hati orang tua hingga orang tua menangis.
”Bayangkan dan bayangkan. Bayangkan ketika kedua orang tua kita mengusap kepala kita, dan bayangkan pula jika seandainya jamaah pulang ke rumah setelah mengikuti tauziah, menemukan kedua orang tuanya sudah tidak bernyawa,” tuturnya
Seketika ribuan jamaahpun larut dalam kesedihan. Bahkan tidak sedikit diantaranya yang menangis.
Selanjutnya Al-Habsy meminta kepada salah seorang jamaah yang menangis untuk naik ke depan mimbar. Dia menanyakan kenapa jamaah tersebut menangis. Terlihat jamaah itu tak mampu membendung air matanya mengingat kedua orang tuanya yang sudah tiada. Spontan Al-Habsy memberi hadiah kepada jamaah itu berupa sebuah buku karyanya.
Usai tauziah di masjid ICDT, Al-Habsy kembali diserbu jamaah. Diapun terpaksa dievakuasi ke ruang masjid yang ada dekat mimbar. Namun jamaah tetap berusaha untuk bisa foto bersama dengan ustadz muda itu. Petugas tidak berusaha mengamankan Al-Habsy dari kerumuman jamaah, hingga masuk ke kendaraan yang digunakan rumah jabatan bupati Bulukumba. (edy/rus/c)
Jamaah Masjid ICDT Menangis
×

