TAKALAR, BKM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Takalar tengah membentuk tim yang akan melakukan sosialisasi sistem pemilihan kepala daerah/legislatif dan presiden di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMK) dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK).
Kendati perhelatan akbar lima tahunan masih terbilang jauh, namun bagi KPU menjadi keharusan untuk memulai kegiatan sebagai bentuk kepedulian kerja agar lebih baik.
Ketua KPU, Jusalim Sammak menjelaskan, persiapan waktu kurang lebih satu tahun bukanlah waktu yang lama. Menurutnya, sosialiasi dengan menyasar kalangan pemilih pemula dilakukan karena sejauh ini minat kalangan pelajar untuk datang ke TPS masih sangat rendah.
“Pelaksanaannya bulan Februari 2017, maka tahapannya dimulai sekitar bulan Juni 20016. Sementara perencanaan penganggaran harus masuk pembahasan pada APBD pokok 2016 yang dibahas November Desember 2015,” jelasnya.
Lanjutnya, untuk putaran pertama, sosialisasi dilakukan ke kalangan pelajar SMA sudah dilakukan dan selanjutnya di tingkat SMK dan Aliah dijajaran Kementrian Agama.
“KPU lebih banyah menyampaikan persoalan sistim pemilihan menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 dan bagaimana menjadi pemilih yang cerdas (rasional). Politik uang dalam semua event pemilihan adalah hal buruk yang mencederai demokrasi,” urainya.
Dia berharap, pemilih pemula yang ada di tingkat SMA/SMK/Aliyah kurang lebih sepuluh ribu orang kelas dua dan kelas tiga yang nantinya pada pilkada 2017 dapat menjadi pemilih rasional, serta mengajak keluarga dan sahabatnya untuk menggunakan hak pilihnya dengan menjauhi upaya politik uang yang dapat mencederai demokrasi.
“Dari segmen pemula pemilih, maka asumsi kita mampu mengajak pemilih menjadi pemilih rasional sepuluh orang saja maka mampu mengajak secara keseluruhan sekitar serratus ribu orang pemilih sehinggga nantinya akan terwujud hasil pemilu yang berkualitas,” kuncinya. (ari-ril/c)
Pelajar Dibekali Sistem Pemilu
×

