pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Siswa SMA Mengaku Disiksa Puluhan Senior

PAREPARE, BKM — Tindak kekerasan sesama pelajar di Kota Parepare kembali terjadi. Kali ini dialami Andi Fikram (16), siswa kelas X SMA Negeri 5 Unggulan Kota Parepare.
Dia melaporkan seniornya ke Polres Parepare, Senin (2/11) terkait kasus penganiayaan. Bukti laporan Andi Fikram ke polisi: TDL/69/XI/2015/SPKT, berdasarkan nomor: LP/669/XI/2015/SPKT tertanggal 2 November 2015.
Dia berharap kasus tersebut dapat diusut tuntas, karena yang dilaporkan oleh korban merupakan anak pejabat di sekolah yang menggunakan sistem ‘boarding school’ tersebut.
“Saya sudah lapor ke polisi. Ada anak pejabat sekolah yang menganiaya saya. Saya kenal orangnya. Namanya saya sebut di laporan saya,” kata Andi Fikram saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (3/11).
Fikram mengaku mengalami trauma setelah kejadian. Bahkan ia tidak ingin lagi kembali ke sekolah tersebut.
Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Nugraha Pamungkas, membenarkan adanya laporan korban terkait dugaan penganiayaan oleh sejumlah rekannya. “Laporannya masuk pada malam itu juga,” ujarnya, kemarin.
Polisi, kata Nugraha, masih menyelidik kasus ini. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak SMAN 5 Parepare.
”Kami sementara melakukan koordinasi dengan pihak sekolah. Yang pasti, polisi menyikapi serius kasus ini,” tandasnya.
Kronologis kejadian seperti disampaikan Andi Fikram, terjadi Minggu (1/11) malam lalu. Saat itu ia mengalami penyiksaan oleh puluhan seniornya.
Ia mengaku diculik dari kamar asrama, kemudian diseret ke suatu ruangan lalu dianiaya hingga mengalami luka di bagian perut dan wajah.
Kapolres Parepare AKBP Alan Gerrit Abast berjanji akan mengusut tuntas kasus penganiayaan yang terjadi di SMAN 5. ”Saya perintahkan kepada kasat untuk mengusut tuntas kasus ini. Jangan dibiarkan begitu saja kasus yang merusak nama baik sekolah,” tegasnya.
Terpisah, Wakil Kepala SMAN 5 Syamsuddin, membantah jika ada penculikan. Bahkan belum jelas apakah ada penganiayaan yang terjadi terhadap Andi Fikram.
”Dia dijemput oleh orangtuanya, jadi kami kembalikan. Terkait adanya laporan penganiayaan atau penculikan, itu belum jelas karena korban belum memberikan informasi kepada pihak sekolah,” kilahnya.
Menurut Syamsuddin, pihak sekolah sementara mencari tahu tentang masalah ini. ”Kami tidak bisa mengawasi semua anak yang jumlahnya 200 orang,” cetusnya.
Sementara Kadis Pendidikan Kota Parepare Anwar Saad, mengatakan masalah ini diserahkan ke pihak sekolah untuk diselesaikan secara internal. Jika tidak mampu, maka Dinas Pendidikan akan mengambilalih masalah ini.
”Kami sesalkan kalau ada kejadian seperti itu. Kepala sekolah harus bertanggungjawab,” tandasnya.
Sekretaris Kota Parepare Mustafa Mappangara, sangat menyesalkan adanya kejadian di SMA Negeri 5 yang berstatus unggulan. Jika benar, kejadian tersebut dapat mencoreng dunia pendidikan. Apalagi ini bukan pertama kalinya terjadi di sekolah tersebut.
”Kepala sekolah harus bertanggungjawab. Jika tidak, lebih baik diganti karena tidak mampu melakukan pengawasan di sekolah. Polisi harus mengusut tuntas kasus ini,” kata Mustafa. (smr/rus/b)



×


Siswa SMA Mengaku Disiksa Puluhan Senior

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar