JAKARTA, BKM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan, keputusan tersebut diambil dalam rapat kabinet terbatas (Ratas) pekan lalu, dengan melihat berbagai pertimbangan. Sedangkan untuk pelanggan PLN dengan daya 900 VA akan dilakukan penyisiran. Penyisiran dilakukan tim yang terdiri dari TNP2K, petugas kelurahan, serta PLN.
Dalam penyisiran itu nantinya petugas akan mengecek barang-barang apa saja yang dipunyai penghuni rumah. Dari situ akan diputuskan apakah pelanggan bersangkutan masih layak menikmati subsidi listrik. Dari pengecekan itu nantinya akan diputuskan ke depan seperti apa kebijakannya. ”Tapi yang 450 VA jelas tidak ada perubahan, tidak ada kenaikan,” tegas Sudirman.
Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, menjelaskan, jika dikombinasikan antara data pelanggan PLN dan data TNP2K, maka diketahui sebanyak 70 persen pelanggan 900 VA, bukan termasuk masyarakat miskin dan rentan miskin. Jumlah pelanggan PLN daya 900 VA ada sebanyak 20,23 juta orang. Sedangkan yang termasuk masyarakat miskin dan rentan miskin hanya 6,3 juta orang.
”Artinya, 70 persen dari pengguna 900 VA sebenarnya tidak berhak mendapatkan subsidi. Sehingga nanti akan disisir berdasarkan identitas itu tadi,” ucap Jarman.
Penyisiran tersebut, lanjut Jarman, membutuhkan waktu empat bulan. Sementara itu, dari 25,15 juta orang pelanggan PLN daya 450 VA, mayoritas pelanggan masuk dalam golongan masyarakat miskin dan rentan miskin. ”Itulah kenapa diputuskan bahwa 450 VA tetap dapat subsidi listrik,” kata Jarman. (*mir)
Pemerintah Tetap Subsidi Pelanggan 45 VA
×

