MAKASSAR, BKM — Universitas Islam Negeri (UIN)? Alauddin memperingati Milad Emas 50 Tahun, di Gedung Auditorium UIN Samata, Kabupaten Gowa, Rabu (11/11).
Pada peringatan Milad yang dihadiri Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, UIN Alauddin melaunching logo baru dengan penampakan yang lebih sederhana namun sarat akan makna.
Logo baru itu merupakan hasil sayembara yang digelar UIN dan dimenangkan seorang mahasiwa Universitas Negeri Jogjakarta.
Rektor UIN Alauddin, Prof Dr H Musafir Pababbari MSi, mengatakan, kiprah UIN Alauddin sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memiliki peran yang sangat strategis di tengah masyarakat. Peran strategis tersebut dirumuskan ke dalam tiga wacana besar, yaitu universitas pengajaran, universitas riset, dan benteng peradaban. Secara tradisional, ketiga peran tersebut tersirat dalam semangat tridharma perguruan tinggi di Indonesia.
“Dalam memperingati Milad Emas 50 Tahun IAIN/UIN Alauddin, sewajarnyalah jika segenap unsur civitas akademik kembali menilai peran apa saja yang telah dilakukan sebagai pertanggungjawaban ilmiah kepada masyarakat,” ujarnya, saat membacakan Refleksi 50 Tahun IAIN/UIN Alauddin.
Prof Musafir menambahkan, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan serta pegawai di UIN Alauddin mencapai 1.336 orang. Sedangkan, mahasiswa hingga tahun akademik 2015/2016 berjumlah 22.210 orang.
“Dukungan alumni kita yang hingga saat ini tercatat berjumlah 39.921 orang serta sarana dan prasarana kita yang meskipun terbatas, namun sangat berarti bagi perjalanan kami hingga saat ini,” tuturnya.
Sementara, Gubernur Sulawesi Selatan, Dr H Syahrul Yasin Limpo SH MSi MH, mengatakan, UIN harus fokus pada pendekatan membangun frame akademik dan intelektual serta skill. Karena itu, UIN jangan terkontaminasi dengan politik, mahasiswa juga jangan sampai tersentuh dengan tawuran antar mahasiswa dan konflik antar dosen.
“Mahasiswa UIN tidak dilarang demo, tapi harus tetap santun, jangan anarkis,” pesan Syahrul.
Menurut Syahrul, prasarana yang ada sekarang belum cukup. Kampus harus terkoneksi dengan librari yang kuat. Para dosen kalau tidak mau membaca pasti tertinggal.
“Kita memasuki dunia tanpa batas, dengan paradigma yang sudah berubah,” ujarnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kaharuddin Amin, juga menyampaikan Orasi Ilmiah berjudul Indonesia Sebagai Model Islam Dunia dan Destinasi Studi Islam Global, Mungkinkah?. (rhm/war/c)
UIN Peringati Milad Emas
×

