BARRU, BKM — Finalisasi pembahasan anggaran parsial di tangan legislatif, berakhir dengan penolakan lima fraksi. Masing-masing Fraksi Demokrat, Nasdem,Gerindra, PKS dan PPP. Sedangkan Fraksi Golkar dan PDI-P menerima.
Keputusan Fraksi Golkar yang menerima anggaran parsial terkesan mengejutkan. Sebab Fraksi Golkar yang merupakan gabungan dari beberapa partai ini awalnya menjadi bagian dari yang ikut menolak. Namun penghujung pandangan fraksi yang dibacakan Hj Marwah, justru menerima anggaran parsial satu dan dua.
Kontan saja langkah Hj Marwah sebagai ketua fraksi yang secara tiba-tiba membelot, diprotes Darmaedi, salah seorang anggota Fraksi Golkar yang merupakan satu-satunya wakil dari Partai Hanura yang tergabung dalam fraksi ini.
Ketika dihubungi Minggu (15/11), Darmaedi menilai keputusan yang diambil Marwah sangat aneh. Karena dari beberapa pertemuan sebelum membacakan pandangan akhir fraksi, Marwah kata Darmaedi, termasuk selalu satu sikap dengan semua anggota fraksi yang menolak mentah-mentah anggaran parsial.
”Yang menjadi pertanyaan, kenapa pada pembacaan pandangan akhir justru berbalik menerima. Ada apa dengan dengan sikap Hj Marwah yang sertamerta membuat keputusan diluar sikap penolakannya selama ini,” jelas Darmaedi.
Sikap Hj Marwah itu, menurut Darmaedi, bukanlah keputusan fraksi, melainkan murni keputusan Hj Marwah. Sebab di dalam Fraksi Golkar bergabung beberapa partai.
“Itu tindakan kontroversi. Bukan hanya saya yang memprotes dan menolak. Dua Anggota Fraksi Golkar, seperti Hj Andi Nurhudayah dan H Abu Jahya sangat marah dengan keputusan pribadi Hj Marwah,” pungkas legislator Partai Hanura ini dengan nada tinggi.
Hj Marwah yang dihubungi via handphone, kemarin meminta kepada BKM untuk tidak membesar-besarkan masalah ini. Marwah mengaku dalam keadaan bingung saat membacakan pandangan fraksinya.
“Saya minta tolong janganmaki ekspose dulu, karena keputusan kemarin belum final. Kita taumi situasi sekarang, seharusnya semua pihak bisa menjaga kondisi keharmonisan Barru,” ujarnya. Marwah menilai jika hal ini diberitakan akan semakin memperkeruh suasana.
Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat Andi Haeruddin menegaskan, penolakan lima fraksi sudah final dan tidak bisa lagi ditawar. ”Saya juga heran dengan keputusan Fraksi Golkar yang sejak awal ikut menolak, lalu kemudian menerima. Tentu langkah Ketua Fraksi Golkar ini patut dipertanyakan. Blunder ketua fraksi ini bisa menjadi pertimbangan dari partainya. Justru langkah PPP yang bergabung menolak anggaran parsial patut diapresiasi,” tandasnya.
Penolakan lima fraksi yang beranggotakan 15 anggota dewan ini membuktikan bahwa dukungan terhadap penolakan anggaran parsial jauh lebih banyak dibanding yang menerima, yakni 10 anggota dewan dari dua fraksi. (udi/rus/b)
Lima Fraksi Menolak Anggaran Parsial
×

