MAMUJU, BKM — Sejak berdiri pada tahun 2005, kini Yayasan Karampuang telah mencapai usia ke 10 tahun. Kurun satu dekade tersebut bukan waktu singkat. Hingga tahun 2015, Yayasan Karampuang telah bekerja dari ruang terkecil. Dimana telah melewati beberapa fase pengabdian dan program.
Direktur Eksekutif Yayasan Karampuang, Aditiya Arie Yudistira, menyebutkan, tahun 2005 hingga 2007 merupakan fase advokasi kebijakan. Selanjutnya, tahun 2007 sampai 2010 adalah fase advokasi pendampingan. Kemudian, fase ketiga yakni tahun 2010 sampai sekarang, Yayasan Karampuang berada difase peningkatan program.
”Diawal berdirinya Yayasan Karampuang, kami banyak melakukan advokasi kebijakan baik ditingkat pemerintah kabupaten maupun provinsi. Juga melalui demonstrasi dan diskusi-diskusi di lapangan. Pada fase kedua, kami memulai advokasi dengan beberapa kegiatan. Waktu itu, kami tidak menyangka World Bank bisa mempercayai kami melalui lembaga Sofei untuk melakukan pemutakhiran data kemiskinan berbasis masyarakat di Kecamatan Simboro,” urai Aditiya saat memaparkan kilas balik 10 tahun Yayasan Karampuang dalam acara Karampuang Award, di ballroom Hotel D’maleo Hotel, Sabtu (14/11).
Disampaikan Aditya, saat ini Yayasan Karampuang mulai fokus pada peningkatan program. Pada tahapan tersebut telah lahir program Similasi Intervensi Optimalisasi Layanan Anak (SIOLA) yang menjadi model nasional bagi penerapan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif. Setelah SIOLA, pada fase ketiga juga lahir program Gerakan Kembali Bersekolah yang bekerjasama dengan Kepolisian Resort (Polres) Mamuju.
Sejarah mencatat di Indonesia, program Gerakan Kembali Bersekolah mengantarkan Polres Mamuju menjadi salah satu program terbaik di seluruh jajaran kepolisian di Indonesia. Tak sampai disitu, Yayasan Karampuang juga punya program multistakeholder yakni sistem relasi pelayanan terpadu pemenuhan hak anak dalam memperoleh dokumen kependudukan.
Program tersebut melibatkan TNI melalui Babinsa, Polres Mamuju melalui Babinkamtibmas, pengadilan agama, kementerian agama, rumah sakit swasta, Puskesmas, Pustu sampai bidan praktik swasta. Kurun waktu yang tidak singkat tersebut membuat Yayasan Karampuang telah bermitra dengan banyak pihak. (ala/mir/c)
Yayasan Karampuang Tingkatkan Program
×

