BAGI pengendara motor, hujan merupakan rintangan dalam beraktivitas. Maklum, pakaian bisa basah kuyup kalau hujan turun. Karena itu, banyak pengendara motor menyiapkan jas hujan (mantel) agar tidak sampai basah kuyup saat hujan turun.
Laporan: ARIF AL QADRY
Berbeda dengan pengendara motor, bagi pedagang musiman, hujan merupakan berkah tersendiri bagi dirinya. Sebab dengan berjualan jas hujan (mantel) berbagai pilihan dan model dapat meraup keuntungan besar.
Ini bisa dilihat dari bermunculannya pedagang mantel di setiap ruas jalan dalam Kota Makassar. Mereka menjajakan berbagai macam model dan warna mantel seperti model kalelawar ataupun jas hujan celana yang menjadi barang buruan atau kebutuhan masyarakat ketika di musim hujan.
Harmila (32), salah satu pedagang jas hujan yang tinggal di Jalan Urip Sumohardjo lorong 6, mengatakan, setiap kali musim penghujan tiba, ia beralih profesi ke penjual mantel atau jas hujan. Sementara jika musim kemarau, ia beraktivitas menjual asesoris motor seperti sadel, helm dan lainnya.
Menurutnya, berdagang jas hujan dadakan merupakan berkah tersendiri untuk meningkatkan penghasilan dan membantu biaya hidup sehari-hari buat keluarganya.
“Saya pilih jual jas hujan karena untungnya besar. Kalau banyak pembeli, keuntungan bisa sampai jutaan per hari. Lumayan keuntungan tersebut saya tabung untuk sekolah anak dan makan sehari hari,” jelasnya.
Ibu empat orang anak itu juga mengaku, sudah dua tahun terakhir ini menjadi penjual jas hujan musiman setiap musim penghujan tiba. Dengan bermodalkan tempat jualan yang berlokasi di Jalan Urip Sumohardjo samping Kantor DPRD Provinsi, ia memberanikan diri untuk meminjam modal dari keluarganya membeli jas hujan, dengan harapan dapat menjual jas hujan dengan lancar.
“Saya pinjam modalnya keluargaku ini untuk beli jas hujan, mudah mudahan lancarji penjualan di tahun ini seperti tahun lalu, supaya modal yang saya pinjam bisa secepatnya saya bayar,” ucapnya.
Ia menambahkan, sejak awal bulan ini, ia sudah mulai menjajakan jas hujan di pinggir jalan dari pukul 10:00 Wita sampai 18:00 Wita dan mengaku setiap harinya ia bisa membawa pulang uang sekitar Rp800 ribu hingga Rp2 juta rupiah per harinya.
“Memang jauh beda dengan pendapatan perhari dari hasil jual asesoris motor dengan menjadi pedagang jas hujan dadakan. Ini belum masuk pertengahan musim hujan saya bisa dapat Rp800 ribu, apalagi kalau sudah pertengahan musim hujan saya biasa bawa pulang uang sekitar Rp1,8 – Rp2 juta rupiah,” jelasnya.
Sementara, untuk harga jas hujan yang di jualnya juga cukup berfariasi sesuai dari jenis kain dan bentuknya. Untuk model jas hujan kalelawar dan jas hujan celana dengan kain halus dijualkan dengan harga Rp150 – Rp200 ribu, untuk kain sederhana dengan model kalelawar dan celana dijualkan dari harga Rp70 – Rp90 ribu dan jas hujan untuk anak anak dia jualkan sekitar Rp50 – Rp60 ribu.
“Saya memperkirakan pendapatan akan terus meningkat pada pertengahan musim hujan yang diperkirakan di bulan Desember mendatang,” katanya.
Hal yang sama dirasakan Imran, penjual mantel di Jalan Hertasning. Menurut dia, setiap musim penghujan menjadi berkah bagi dirinya. Ia bisa meraup untung besar seperti tahun sebelumnya.
Ia mengakui, jika harga dari mantel yang dijualnya bervariasi, mulai dari yang termurah Rp 70 ribu hingga harga termahal Rp200 ribu.
“Rata-rata tiap hari ada yang laku mantel harga Rp 70 ribu dan ada juga yang laku mantel harga Rp150-200 ribu. Jadi hampir merata semua mantel yang terjual,” jelas Imran.
Senada dengan Imran, pedagang lainnya Joko mengatakan, akibat banyaknya pembeli di musim hujan ini, ia harus menambah ketersedian stok mantel seminggu sekali.
“Setiap tahun saya memesan mantel tiap minggu. Itu pun, nanti mantel sudah benar-benar habis,” katanya.
Joko mengaku, akibat tingginya permintaan mantel itu oleh konsumen, pihaknya bisa mendapat omzet bersih dalam sehari Rp500 ribu hingga Rp650 ribu.
“Omzet itu sangat tinggi, karena bisanya paling sehari saya hanya dapat Rp60 ribu-Rp100 ribu. Itu lagi kadang sehari tidak dapat apa-apa, karena tidak adanya pembeli,” tandasnya.(b)

