BARRU, BKM — Perpecahan di tubuh Fraksi Golkar (FG) DPRD Barru terus terjadi. Dua anggota fraksi ini, yakni H Abu Jahya dari Partai Amanat Nasional(PAN) dan Darmaedi dari Partai Hanura secara terbuka menyatakan mundur dari Fraksi Golkar.
Pengunduran diri keduanya merupakan akumulasi kekecewaan atas keputusan Hj Marwah sebagai Ketua Fraksi yang secara tiba-tiba menerima Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan serta anggaran parsial.
Darmaedi, anggota Fraksi Golkar dari Partai Hanura yang dihubungi melalui handphone, Minggu (22/11) secara tegas menyatakan akan meninggalkan Fraksi Golkar. Pilihan untuk pindah fraksi merupakan bagian dari konsistensinya menolak anggaran parsial yang diajukan eksekutif.
”Terus terang kami sangat kecewa dengan tindakan Ketua Fraksi Golkar yang menerima APBD-P. Daripada berjuang dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan hati nurani di dalam fraksi yang selama ini menjadi tempat untuk menyalurkan aspirasi, pindah ke fraksi lain adalah pilihan dan jalan terbaik,” ujar Darmaedi, kemarin.
Lalu di fraksi mana Darmaedi akan berlabuh? ”Saya berencana akan bergabung dengan Fraksi Nasdem bersama H Abu Jahya. Hubungiki Pak Aji Abu Jahya, karena beliau itu yang lebih awal mau meninggalkan Fraksi Golkar,” saran Darmaedi.
Bagaimana respons Ketua Fraksi Golkar Hj Marwah terhadap langkah kedua anggota fraksinya untuk mundur? Dengan enteng dia menyatakan bahwa langkah hengkang keduanya tidak mempengaruhi kekuatan Fraksi Golkar di DPRD.
”Sejak awal memang kami di Fraksi olkar secara kuantitas terdiri dari lima orang. Jumlah tersebut sudah lebih dari cukup untuk membentuk fraksi,” terangnya.
Dia menceritakan ihwal bergabungnya dua anggota Fraksi Golkar yang kemudian memilih hengkang. Dijelaskan, ketika itu ada dua partai di dewan yang tidak bersyarat untuk membentuk fraksi sendiri, karena wakil mereka tidak memenuhi kuota. Keduanya kemudian memilih bergabung ke Fraksi Golkar.
Marwah mengaku sudah melihat surat pengunduran H Abu Jahya dan Darmaedi. Hanya saja, surat tersebut belum ditandatangani oleh yang bersangkutan.
”Pilihan bergabung ke fraksi lain itu hak anggota dewan yang merupakan wakil partai di dewan. Namun perlu saya tegaskan, kepindahan dua anggota Fraksi Golkar itu tidak akan mengurangi peran Fraksi Golkar di DPRD,” tegas Hj Marwah.
Dihubungi terpisah melalui telepon selular, H Abu Jahya yang juga anggota Fraksi Golkar dan dikabarkan akan hengkang, tidak berhasil. Begitu pula dengan anggota Fraksi Nasdem yang juga Wakil Ketua DPRD Barru Abd Rahman yang hendak dimintai keterangannya, tidak tersambung. HPnya tidak aktif. Rahman bermaksud dikonfirmasi terkait niat dua eks anggota Fraksi Golkar yang memilih bergabung dengan Fraksi Nasdem.
Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat Andi Haeruddin yang dihubungi kemarin, menegaskan bahwa agenda dewan pada hari Senin (23/11), adalah penetapan APBD-P dan pembahasan KUA-PPAS.
Haeruddin juga dimintai keterangan terkait sikap fraksinya bersama empat fraksi lainnya yang tetap menolak APBD-P dan anggaran parsial. ”Fraksi Demokrat, bos masih tetap dengan pendirian semula. Tidak akan berubah sikap, tetap menolak APBD-P dan anggaran parsial,” tegasnya.
Begitu pula dengan empat fraksi lainnya, kata Ketua DPC Partai Demokrat ini, tetap kompak dengan perjuangan bersama dalam menolak APBD-P dan anggaran parsial. Hanya saja ketika ditanyakan, apakah penolakan ini akan mendorong pihak dewan untuk mengajukan rekomendasi ke BPK atau penegak hukum, Andi Haeruddin tidak memberikan jawaban tegas.
“Biarkan penegak hukum yang menilai apa yang menjadi langkah kami di dewan,” kilahnya. (udi/rus/b)
Kecewa, Dua Anggota Fraksi Golkar Hengkang
Hj Marwah: Tidak Berpengaruh
×

