pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Investor Asing Lirik Infrastruktur

MAKASSAR, BKM– Saat ini Kota Makassar menjadi kiblat bagi para investor luar negeri untuk berinvestasi berbagai hal. Bahkan mereka berani menanamkan modalnya karena melihat Kota Makassar merupakan “surga” baru yang sangat menjanjikan, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

Sehari sebelumnya, investor dari Malaysia dan Australia siap menanamkan modalnya membangun sejumlah infrastruktur.
Investor Malaysia rencananya akan membangun kota baru di wilayah Parangloe sebelah timur Kota Makassar. Lokasi yang sangat luas tersebut akan dibangun kawasan perkantoran perumahan, pusat pertokoan serta pusat bisnis.
Mereka juga melirik sejumlah lokasi di jalan tembus Perintis Kemerdekaan ke Tol Sutami.
Sementara investor dari Australia berencana akan membangun infrastruktur di empat proyek yakni pelebaran Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, kereta api, pengembangan kawasan Mamminasata, dan Center Point of Indonesia (CoI).
Menyambut rencana investasi sejumlah perusahaan besar luar negeri, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengaku akan membuka selebar-lebarnya kerjasama tersebut. Apalagi, jelas Danny sapaan akrab wali kota, Makassar merupakan kota metropolitan menuju kota dunia.
“Kita menyambut sejumlah perusahaan luar negeri yang akan menanamkan modalnya di kota ini. Termasuk rencana investor Malaysia yang akan membangun kompleks perkantoran di wilayah Parangloe itu sangat bagus dan tepat. Karena menurut saya, lokasi di Parangloe itu sangat strategis juga,” ujar Danny, Kamis (26/11).
Danny menambahkan, keinginan investor dari Malaysia membangun kompleks perkantoran di Parangloe, otomatis memberikan keuntungan besar bagi Kota Makassar, seperti membantu menata lingkungan kota lebih tertata dan tidak perlu lagi menggunakan uang negara untuk membangun lingkungan tata ruang.
“Ini menguntungkan juga untuk Kota Makassar, dan baikji kita lihat. Apalagi kalau berbicara lokasi di Parangloe itu bagus, karena saya juga sudah bicara dengan Dinas Tata Ruang,” jelas Danny.
Hal senada dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Syahrir Sappaile. Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar mendukung penuh siapa saja yang ingin berinvestasi di kota ini, sepanjang peruntukan sesuai Rencana Tata ruang dan Wilayah (RTRW).
“Investor yang akan membangun di Kota Makassar sah-sah saja, yang jelas peruntukannya sesuai dengan RTRW. Kalau peruntukannya tidak sesuai tentunya kita tolak,” ujar Syahrir, kemarin.
Ia mengakui, Pemkot Makassar tetap mempertimbangkan dengan baik dampak pembangunan kompleks perkantoran dari investor Malaysia apakah menguntungkan Kota Makassar atau sebaliknya.
“Pemerintah juga pasti mempertimbangkan apakah pembangunan nantinya menguntungkan pemerintah atau tidak,” katanya.
Sekadar diketahui, Pemerintah Australia menyiapkan investasi sebesar AUD 3 Triliun di Sulawesi Selatan (Sulsel). Investasi tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur.
Pimpinan Delegasi Australian Trade, Harry Landers, mengatakan, Menteri Perdagangan Australia membawa serta 360 peserta delegasi bisnis ke Indonesia. Tidak hanya Jakarta, para delegasi tersebut juga mengunjungi Yogyakarta. Selanjutnya, delegasi bisnis yang khusus fokus pada investasi infrastruktur di Kota Makassar.
“Pemerintahan Australia sudah berkomitmen untuk membantu apa yang dibutuhkan di Sulsel. Apalagi, beberapa bulan ke depan, Konsulat Jenderal Australia akan ada di Sulsel,” kata Harry, di sela-sela pertemuan Delegasi Bisnis Australia dengan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, di Hotel Clarion Makassar, baru-baru ini.
Harry menjelaskan, para delegasi tersebut berhimpun dalam lembaga yang mengelola dana AUD 3 Triliun, yang siap diinvestasikan untuk pembangunan infrastruktur Sulsel. Pertemuan tersebut membuktikan jika para delegasi bisnis memiliki keinginan yang besar untuk berinvestasi di Sulsel.
“Tantangannya sekarang adalah bagaimana kita bisa bersinergi. Mudah-mudahan pertemuan ini bisa berkelanjutan, dan harus ada tindakan konkrit,” ujarnya.
Dalam jangka waktu 12 bulan, lanjutnya, ada empat institusi besar yang ingin mengidentifikasi proyek apa yang bisa dibantu investasinya di Sulsel. Kesempatan untuk Sulsel tentunya akan sangat besar.
“PT Nusantara yang membuat jalan tol disini, merupakan salah satu proyek yang sangat bagus diangkat, kita lihat apa yang bisa dikembangkan. Semua delegasi yang hadir, punya pengalaman internasional, termasuk ke Indonesia,” terangnya.
Sementara, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, memaparkan, di Sulsel ada beberapa proyek infrastruktur yang sementara dibangun. Diantaranya, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, kereta api, Kawasan Mamminasata, dan Center Point of Indonesia.
“Ciputra mengundang para delegasi bisnis ini untuk ke CoI. Sekarang antara mereka dan Ciputra sudah bisnis to bisnis,” kata Agus. (arf-rhm/b)



×


Investor Asing Lirik Infrastruktur

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar