pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Masyarakat Harus Hindari BABS

MAKASSAR, BKM — Sejak dini masyarakat harus membiasakan diri untuk tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Karena hal itu saja mengganggu ekosistem, juga dapat mengancam kesehatan tidak saja kepada masyarakat berperilaku BABS, tapi juga masyarakat di lingkungan sekitarnya. Dan yang paling rentan terkena dampaknya adalah anak usia bayi dan balita.
”Dengan menghindarkan buang air besar sembarangan, tidak saja menguntungkan dari segi kesehatan, tapi juga bagi negara. Setiap orang yang tidak BABS, negara bisa hemat sampai 8 dollar AS,” kata Desiree Tilaar, Communcation Development Specialist Unicef, di sela-sela acara media gathering Aksi Nasional Tinju Tinja Unicef di Hotel Serela Makassar, Kamis (26/11).
Menurut Desiree, Indonesia adalah negara kedua dengan angka BABS terbesar di dunia, setelah India. Sebanyak 2,4 miliar penduduk dunia tidak memiliki toilet. Dan sebanyak 946 juta orang atau kurang lebih satu dari delapan orang di dunia, buang air besar di tempat terbuka. Upaya pemerintah untuk menghapus perilaku ini patut didukung semua pihak. Karena semakin banyak bukti yang menunjukkan keterkaitan antara sanitasi buruk dengan mainutrisi atau gizi buruk.
Aksi nasional tinju tinja ini adalah bagian dari rangkaian peringatan hari toilet sedunia yang telah digelar di Jakarta pada pekan lalu. Kampanye tinju tinja ini bertujuan menghapus perilaku BABS di Indonesia dengan mengikutsertakan keterlibatan masyarakat, terutama kalangan anak muda. Tahun ini adalah kali pertamanya aksi nasional tinju tinja dilaksanakan di Makassar.
Tampil sebagai pembicara, Willy Kumurur, Head of Unicef Makassar, Aidan Cronin, Chief Water Sanitation and Hygiene, Anjas, Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara, dan Caroline Tupamahu, Executive Director Bakti. (mir)



×


Masyarakat Harus Hindari BABS

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar