SIDRAP, BKM — Fakta memprihatinkan kini terjadi di kalangan pemuda Kampung Barukku, Kelurahan Batu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap. Mereka kini marak terlibat dalam penggunaan narkoba dan isap lem.
Hal ini terungkap pada seminar sehari pencegahan dan penanggulangan, penyalagunaan narkoba dan HIV/AIDS berbasis masyarakat yang berlangsung di SMA Negeri 1 Pitu Riase, Kamis (26/11). Kegiatan ini dilaksanakan Forum Peduli (FD) Mustadh’afin Kabupaten Sidrap.
Hadir sebagai pemateri dan narasumber, diantaranya Kanit Ops Satnarkoba Polres Sidrap Iptu Komang dan Kanit Penyidik Aiptu Syamsuddin, Kapolsek Pitu Riase Iptu Muh Syukur serta Edy Basri, wartawan Harian Fajar. Puluhan peserta mengikuti seminar ini, terdiri dari masyarakat umum dan siswa, guru serta ibu rumah tangga dan PNS.
Dari hasil analisa bidang data FD Mustadh’afin, diketahui jika dalam beberapa bulan terakhir, hampir 20 persen pemuda di Barukku rata-rata sudah mulai mengomsumsi narkoba dan sejenisnya, serta mengisap zat kimia berupa lem fox. Meski hanya beralasan ingin coba-coba dan gengsi, namun fakta tersebut sangatlah mengkhawatirkan.
Ketua FD Mustadh’afin Cabang Sidrap Muh Ahlan, mengatakan Kelurahan Batu menjadi pilihan pelaksanaan seminar, karena hasil survei yang dilakukan menemukan tingginya angka pengguna narkoba di kalangan remaja.
“Dari jumlah penduduk 3.200 jiwa, sedikitnya 20 persen warga mulai mengomsumsi narkoba. Sebagian besar dari kalangan remaja. Inilah alasan kami sehingga melaksanakan seminar ini di Barukku,” kata Ahlan, Jumat (27/11).
Ahlan menjelaskan, tingginya angka pengguna narkoba di Barukku itu diketahui karena banyaknya ibu rumah tangga (IRT) setempat mengadu jika rata-rata anak remaja mereka sudah mulai menggunakan narkoba. Termasuk penggunaan zat kimia seperti lem fox.
“Dari hasil survei kami, banyak ibu-ibu mengeluhkan anaknya yang kerap mengisap lem, bahkan ada yang sudah menggunakan narkoba. Untuk itulah, kami tidak ingin mereka-mereka yang masih usia dini terjerumus jauh dalam lingkaran narkoba,” lontarnya.
Kapolsek itu Riase Iptu Muh Syukur yang menjadi pemateri dalam seminar, membenarkan hasil survei yang dilakukan FD Mustadh’afin Cabang Sidrap. Meski demikian, belum ada kasus narkoba di wilayah kerjanya yang diproses hukum.
“Sampai saat ini belum ada kasus narkoba dari kalangan remaja kami tangani, karena kami masih berikan pembinaan melalui ceramah agama dan sosialisasi,” jelasnya.
Sementara Kanit Ops Satnarkoba Polres Sidrap Iptu Komang, berharap seminar seperti itu terus digencarkan untuk lebih menekan dan meminimalisir penggunaan zat-zat kimia dan narkoba di kalangan remaja.
“Kita terus mendukung organisasi kepemudaan untuk giat melakukan seminar atau sosialisasi tentang dampak bahaya narkoba. Dimanapun dilaksanakan, kami siap membantu memberikan materi,” janjinya. (ady/rus/b)
Banyak Remaja Barukku Pakai Narkoba dan Isap Lem
×

