BARRU, BKM–Calon Wakil Bupati Barru, Suardi Saleh boleh saja disibukkan dengan sederet agenda sosialisasi dari pagi hingga malam, namun rutinitasnya menjalankan puasa sunnah pada Senin dan Kamis tetap dijalankan.
Sebelum maju, Suardi yang pernah tercatat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pinrang, mulai membiasakan diri untuk puasa sunnah setiap hari Senin dan Kamis.
Kebiasaan besan Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Arief Tina itu, terungkap saat pengawal pengamanan dari kepolisian berbincang lepas tentang aktivitas lain Suardi selama di Pemilukada. Kala itu, ia sedang bersiap-siap mendampingi suami dr Hasna Syam ke lokasi sosialisasi. “Fisik beliau kuat, karena tetap berpuasa juga Senin-Kamis,” ungkap aparat kepolisian yang ditugaskan mengawal Suardi, saat berbincang di halaman kediaman pribadi Suardi di Ajjakkang, Soppeng Riaja, Kamis (26/11).
Ketika dikonfirmasi mengenai kebiasaannya itu, Suardi awalnya tersipu malu untuk menjawabnya. Ia seolah tidak ingin membangga-banggakan rutinitas puasa yang dijalankan setiap Senin dan Kamis itu.
“Kalau untuk puasa itu Ndi, memang belum terlalu lama sering saya lakukan. Tapi mudah-mudahan tidak ada lagi yang alpa kedepannya,” kata Suardi.
Menurutnya, puasa memiliki banyak manfaat. Selain sunnah, juga baik untuk kesehatan. Begitu juga, puasa mengajarkan tentang kesabaran, dan mengendalikan diri atau hawa nafsu. “Banyak sekali manfaatnya. Dan itu juga sering kali disampaikan para ulama dan tokoh-tokoh agama kita. Tapi jangan maki besar-besarkanki Ndi kalau untuk saya,” kata Suardi.
Untuk diketahui, duet Idris-Suardi dikenal sebagai paslon yang relegius. Selain Suardi, Idris juga sering membawakan khutbah Jumat, maupun menjadi imam. Hanya saja, kandidat ini memilih tidak ingin membesar-besarkannya.
Tak hanya itu, paslon ini juga memiliki perhatian besar terhadap pengembangan keagamaan. Terbukti saat Idris menjadi bupati, banyak torehan telah dilakukan untuk pembinaan dan pengembangan keagamaan. Diantaranya, merampungkan pembangunan islamic center, mendirikan sekolah berbasis pesantren, menjaga keberadaan pesantren. Begitu juga, memberikan insentif bulanan ke para guru mengaji, pegawai sara, dan imam desa. (rif)
Suardi Rutin Puasa Senin-Kamis
×

