SINJAI, BKM — Satu dari tiga bersaudara yang jadi korban pembacokan oleh saudaranya sendiri, telah meninggalkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai, Senin (30/11) sore. Ira (30) yang jadi sasaran pemarangan kakaknya Syamsuddin alias Harru, kondisinya sudah membaik sehingga diperbolehkan pulang.
Sementara dari pantauan BKM, kemarin, rumah para korban di Dusun Bontomanai, Desa Polewali, Kecamatan Sinjai Selatan masih terlihat sepi.
Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP Andi Rahmat yang dikonfirmasi, Selasa (1/12) mengatakan, suasana di lokasi kondusif. Karenanya, personel kepolisian yang ditempatkan untuk berjaga-jaga di lokasi, sudah ditarik.
”Semua anggota yang berjaga sudah ditarik dari lokasi, karena keadaan sudah membaik,” ujar Rahmat.
Terkait peristiwa ini, keluarga besar Sahi sangat menyesalkan. ”Kita semua menyesalkan kejadian itu. Tapi mau diapa, sudah terlanjur terjadi,” kata Maddo yang masih kerabat korban dan juga pelaku penganiayaan.
Salah seorang dokter ahli bedah RSUD Sinjai, mengatakan kondisi ketiga korban pembacokan sudah baik. Korban Ira sudah pulang, sementara dua lainnya, Darwis alias Dari (35) dan Sudirman alias Udin (29) masih menjalani perawatan.
”Kalau Ira sudah keluar dari RS. Sedangkan Sudirman masih berada di ruang perawatan bedah. Kondisinya juga sudah membaik, karena dia mengalami luka robek biasa. Sementara Darwis masih dalam penanganan medis di IDU. Dia sudah mulai ada kontak atau berbicara. Mudah-mudahan dia bisa melewati masa kritis,” terang dokter yang meminta namanya tak ditulis.
Menurutnya, Darwis akan bertahan jika kondisinya yang stabil saat ini tidak mengalami perubahan signifikan. Utamanya tanda-tanda vital, seperti tekanan darah, denyut nadi dan pernafasan.
”Kalau dia mampu bertahan sampai melewati sepuluh hari ke depan, Insya Allah dia akan pulih kembali. Karena yang jadi masalah sekarang, imteknya atau makannya. Sebab lambungnya terbelah dua. Levernya juga kena tembus dom diafragma antara paru-paru dan perut. Pada saat dioperasi, itu sudah dijahit,” paparnya.
Ia berjanji, tim dokter RSUD Sinjai akan memberikan yang terbaik bagi pasiennya. ”Korban Darwis sempat menjalani operasi selama empat jam. Kami sebagai dokter berusaha agar dia tetap bertahan hidup. Ventilator atau alat bantu pernafasan hari ini (kemarin) sudah dibuka,” imbuhnya.
Bagaimana dengan biaya rumah sakit para korban? Manajer Pelayanan RSUD Sinjai Makmur mengatakan, semuanya ditanggung oleh pemerintah hingga mereka meninggalkan rumah sakit.
”Biaya rumah sakit ditanggung pemerintah melalui program kesehatan Pemkab Sinjai, yakni kesehatan gratis (kesgra). Persyaratannya hanya KTP dan KK,” terangnya. (din/rus/b)
Ira Tinggalkan RS, Sudirman di Ruang Bedah, Darwis di ICU
×

