pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Anggota DPRD Sulsel Menangis

Lihat Kondisi Memprihatinkan Penghuni PPSLU Mappakasunggu

PAREPARE, BKM — Kondisi Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Mappakasunggu Parepare sangat memprihatinkan. Jika dilihat dari luar, bangunan gedung PPSLU yang terdiri dari ruang kantor dan panti ini cukup bersih. Namun setelah masuk lebih jauh, akan terlihat kurangnya perhatian dari pemerintah.
Kondisi itu ditemukan anggota Komisi E DPRD Sulsel saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Parepare, Selasa hingga Rabu (1-2/12). Legislator provinsi yang juga berkunjung ke tempat ini, yakni Wakil Ketua Komisi E Marjono serta anggota Abdullah Taparreng, Ali Usman, Muslim Salam, Muslimin Daud dan Andi Endre Mallanti Cecep Lantara.
Menurut Sri Rahmi, panti terlihat dicluster sesuai kondisi penghuni. Ada ruang isolasi yang santunannya (sebutan bagi penghuni ) sudah sangat renta. Ruang ini yang paling miris kondisinya.
Tempat tidurnya hanya beralaskan papan tanpa kasur, makan ala kadarnya, piring yang isinya nasi dengan lauk sepotong ikan dan sayur seadanya.
Ada lima orang yang menghuni ruangan ini. Mereka tergeletak begitu saja di atas pembaringan di samping santunan tanpa digubris. Lalat bertebaran di tempat tidur. Bau pesing menguasai penciuman begitu pintu terbuka.
“Air mata saya menetes melihat kondisi orangtua kita. Rata-rata mereka sudah pikun. Tanpa sanak saudara. Kondisinya sangat tidak layak. Tidak manusiawi. Mereka, walaupun sudah jompo, pikun dan tidak produktif, tapi mereka orangtua. Mereka manusia yang mendapatkan perawatan layak,” ujar Sri Rahmi.
Dari data yang dikumpulkan saat kunjungan, total pegawai UPTD Dinas Sosial ini sebanyak 40 orang. Penghuninya ada 75 orang dengan usia di atas 60. Usia tertua 98 tahun. Yang meninggal beberapa bulan lalu usia 125 tahun. Rata-rata mukim 7-9 tahun. Tapi ada pula yang baru setahun masuk.
Dari penuturan pegawai panti, rata-rata santunan dimasukkan begitu saja oleh keluarganya atau bahkan tetangganya. Setelah itu, mereka tidak pernah lagi datang menjenguk atau sekadar menanyakan kabar orangtua yang mereka titipkan.
“Anggaran tahun ini untuk UPTD PPSLU Mappakasunggu sebesar Rp798 juta, dengan anggaran makan minum untuk santunan Rp339 juta. Biaya sekali makan Rp18.000 untuk 3 kali sehari. Sangat tidak layak,” jelas politisi PKS ini.
Untuk itu, dia menyarankan agar Pemprov Sulsel memiliki standar harga makan minum bagi semua unit pelayanan masalah sosial. “Kita masih punya banyak PR untuk rakyat Sulsel,” tandas mantan anggota DPRD Makassar ini.
Kepala Dinas Sosial Sulsel Dr A Ilham Gazaling yang dikonfirmasi melalui ponsel, Rabu (2/12) sore mengatakan, pihaknya sudah memaksimalkan upaya untuk melakukan pembenahan terhadap panti sosial yang dibawahinya. Termasuk PPSLU Parepare.
”Untuk yang di Parepare kan tembok kamar mandinya yang rusak, sudah kita perbaiki. Anggaran untuk biaya makan minum juga sudah ditambah,” kata Ilham, yang saat dihubungi berada di Masamba melaksanakan tugas sebagai Penjabat Bupati Luwu Utara.
Menurutnya, pembenahan infrastruktur panti yang dikelola Dinas Sosial selalu mendapat perhatian khusus. Namun karena keterbatasan anggaran, diberlakukan skala prioritas. Sebab ada beberapa panti yang dikelola Dinas Sosial Sulsel, seperti di Bulukumba, Maros dan Bone. (rif-rus)



×


Anggota DPRD Sulsel Menangis

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar