BULUKUMBA, BKM–Lima orang kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Takalar, terpaksa diamankan polisi karena nyaris diamuk massa di kampung Nipa kelurahan BentengE Bulukumba, Minggu (6/12).
Kelima orang kader PKS tersebut dicurigai lantaran naik ke satu rumah ke rumah yang lain, sementara sudah memasuki tahap minggu tenang menjelang pelaksanaan Pilkada 9 Desember.
Kelima kader PKS yang diamankan masing-masing Zainuddin alamat kampung Sanrobone Takalar, Siswadi Rahmat alamat Bontocinde Takalar, Swardi alamat kampung Bontopano Takalar , Usman dan Herman alamat Takalar.
Musafir, anggota Panwas Kecamatan Ujungbulu menjelaskan kelima orang yang mengaku kader PKS ini, mendatangi perkampungan Nipa Kelurahan BentengE. Kelimanya menumpang Toyota Avanza, dan melakukan pendataan, mulai soal umur, alamat dan siapa yang akan mereka pilih.
Namun, karena karena warga faham kalau terhitung pukul 00.00 Minggu (5/12) adalah masa tenang, sehingga pada saat warga Takalar ini melakukan tugasnya mendata, tiba-tiba muncul sekelompok warga dan berusaha menyerang kader PKS asal Takalar itu. Bahkan kata Musafir, dua dari lima orang warga Takalar ini sempat mendapat bogem mentah dari massa, untungnya yang lain berusaha menyelamatkan diri, sehingga terlepas dari amuk massa yang berusaha menyerang kelima pemuda ini.
Menurut Musafir, pada saat kejadian, dia kebetulan berada tidak jauh dari TKP, sehingga saat itu juga dia berusaha melerai dan mengamankan orang tersebut dan segera menyerahkan ke Polsek Ujungbulu, yang kebetulan kantor sekretariat PKS berdampingan dengan kantor Polsek Ujungbulu.
Menurut Musafir, seharusnya kader PKS ini tidak boleh lagi ,melakukan kegiatan seperti pendataan, sebab terhitung Minggu (5/12) sudah mulai masuk tahapan minggu tenang, sehingga tidak boleh lagi ada kegiatan, apalagi turun ke masyarakat, karena banyak kekhawatiran yang bisa muncul. “ Makanya masyarakat kampung Nipa, tidak menerima kehadiran kader PKS yang mendatanginya,’’katanya.
Musafir mendesak polisi, agar kasus ini tidak hanya sebatas mengamankan, tetapi dia minta agar persoalan ini segera diproses, apalagi kegiatan yang mereka lakukan adalah mendatangi warga di minggu tenang dan ini merupakan pelanggaran.
Kapolsek Ujungbulu AKP Sulthan Taherong mengungkapkan bila kedatangan kader PKS Takalar di Bulukumba secara kelompok yang jumlahnya 30 orang. Mereka melakukan pendataan disejumlah desa dan kecamatan.
Beruntung, aksi warga yang keberatan atas pendataan tersebut cepat diketahui aparat sehingga cepat mengamankan kelima kader PKS yang nyaris menjadi bulan bulanan warga. “Untuk sementara, kami masih terus menginterogasi kelima orang yang mengaku kader PKS ini, dan kami sudah memeriksa tas yang mereka bawa, kami tidak menemukan yang mencurigakan seperti uang. Meski begitu kelimanya masih kami periksa, apalagi kedatangan mereka sudah masuk masa tenang,’’ jelas Kapolsek.
Ketua DPD PKS Bulukumba, Andi Sabri Mustari yang juga cawabup dari Abd Kahar Muslim membenarkan kalau ada kader PKS asal Takalar yang diamankan. “Saya kira wajar saja, sesama kader PKS membantu saudaranya yang maju di Pilkada untuk turun melakukan survei, dan saya yakin mereka ke Bulukumba tidak untuk membagikan uang, tetapi semata-mata untuk survei,’’terang Sabri.(edy/rif/c)
Kader PKS Nyaris Dimassa
Panwas Amankan ke Polsek
×

