pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Maddusila dan Tenri Olle ‘Diserang’

SUNGGUMINASA, BKM–Jelang H-2 Pemilukada di Gowa, kampanye hitam atau black campaig mulai diarahkan kepada pasangan calon (paslon). Kedua paslon yang diserang kampanye negatif itu adalah Andi Maddusila dan Tenri Olle YL.
Hal itu ditandai dengan tersebarnya selebaran yang memuat gambar kedua cabup ini dengan isu sebagai calon yang tidak layak dipilih karena sudah tua.
Modus kampanye hitam inipun diendus pihak Panwaslu Gowa menjelang pemungutan dan penghitungan suara 9 Desember yang tinggal empat hari lagi. Karena adanya serangan kampanye hitam ini, pihak Panwaslu pun meminta peran masyarakat untuk proaktif melaporkan jika ada praktik kecurangan.
Sejumlah Panwascam melaporkan temuan penyebaran selebaran kampanye hitam tersebut, seperti Bajeng, Parigi, Pallangga, Somba Opu dan Tinggimoncong diduga selebaran ini mulai disebar sejak dini hari.
Hal itu dibenarkan seorang anggota Panwas Kecamatan Pallangga, Muhammadong. Dia mengaku sempat melihat mobil Avansa warna hitam melintas di Pallangga yang menyebarkan selebaran yang mengangkat isu umur paslon nomor urut 1 dan 4. “Saya lihat itu subuh ada yang lemparkan kertas keluar dari mobil. Saya ambil itu kertas rupanya berisi hinaan, jadi saya kumpul itu selebaran dan lapor ke Panwaslu kabupaten,” jelas Muhammadong kemarin.
Ketua Panwaslu Gowa, MuhTasrif menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dengan temuan ini. Temuan itu akan segera dikoordinasikan bersama Gabungan Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). “Kami akan lakukan pertemuan di Gakumdu malam ini juga terkait temuan ini. Untuk selebaran itu kita akan musnahkan dan instruksikan PPL memusnahkan juga kalau menemukan yang seperti itu,” tegas Tasrif.
Terkait serangan untuk paslon nomor 1, jubir Wattunnami, Arkam mengatakan, kampanye negatif itu merupakan upaya pembodohan publik dan juga adalah bentuk kepanikan terhadap tingkat elektabilitas paslon nomor urut 1 yang diklaim terus meningkat. “Masyarakat Gowa ini mau pemimpin yang punya pengalaman dan pengetahuan tentang pemerintahan. Untuk apa juga usia muda kalau tidak punya pengalaman,” kata Arkam.
Arkam mengatakan, akan melaporkan upaya kampanye negatif itu. Ia mengaku telah mengetahui dalang di balik upaya kampanye negatif ini. “Kami sedang mengkaji. Apakah ini akan dilaporkan ke Panwaslu atau ke polisi. Yang jelas kami sudah tahu pelakunya,” kata dia.
Jubir PasTikanMi nomor urut 4, Djaya Jumain mengatakan, selebaran yang diedarkan tidak berpengaruh kepada paslonnya. Menurut Djaya, justru dengan adanya kampanye negatif yang diarahkan kepada PasTikanMi tetap akan menambah sayang rakyat Gowa untuk memilih Tenri dan Hairil. (sar/rif)



×


Maddusila dan Tenri Olle ‘Diserang’

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar