pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pedagang Pasar Belopa Tagih Janji Relokasi

LUWU, BKM — Ratusan pedagang yang berjualan di Pasar Belopa mempertanyakan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu terkait rencana pemindahan mereka ke los pasar baru di Jalur Dua. Sebab saat ini kondisi Pasar Belopa sudah tidak layak, sementara bangunan baru sudah rampung.
”Mestinya sudah ada jadwal pemindahan, karena lokasi baru sudah selesai dibangun. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” kata Armin, salah seorang pedagang di Pasar Belopa, Minggu (13/12).
Ditemui saat beraktifitas di tempat jualannya, Armin mengaku bahwa pedagang di pasar ini sudah pernah didata oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Luwu. Namun tindak lanjut dari pendataan itu belum ada sampai sekarang, dengan alasan los pasar baru belum cukup menampung jumlah pedagang yang ada.
”Kami kemudian dijanji akan dipindahkan akhir tahun 2015. Tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan ada pemindahan ke pasar baru,” terang Armin, yang diamini pedagang lainnya Surtina.
Informasi yang berkembang saat ini, Pemkab Luwu terkesan dilematis untuk merelokasi para pedagang Pasar Belopa ke pasar tradisional modern Luwu. Sebab kios dan los yang dibangun oleh pemerintah di pasar baru, tidak cukup untuk menampung seluruh pedagang yang akan dipindahkan. Sementara, pemkab berencana memindahkan pedagangan secara bersamaan.
Untuk menghindari kerugian pedagang yang pindah lebih dulu mengisi kios maupun los yang sudah selesai tahun 2014, pemkab melalui dinas terkait juga telah melakukan pendataan kepada pedagang yang masih menempati pasar yang sekarang masih digunakan untuk mengetahui jumlah pasti kekurangan kios.
Wakil Bupati Luwu Amru Saher mengatakan, pemindahan pedagang ke pasar tradisional modern diupayakan tidak merugikan pedagang. Karena itu perlu ada proses yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Seperti proses pendataan jumlah pedagang dan kios yang sudah tersedia.
Amru mengatakan, pemkab akan mengambil langkah win win solution terkait proses pemindahan yang akan dilakukan. Dari hasil pendataan lapangan, ada beberapa permasalahan yang ditemui. Beberapa diantaranya adalah jumlah kios untuk pedagang yang kemungkinan kurang ketika dilakukan pemindahan.
Selain itu, pada pendataan pedagang, ada penambahan saat dinas terkait turun ke lokasi. “Ada penambahan jumlah pedaganga. Makanya, jumlah kios disana belum mencukupi saat ini, Namum kekurangan yang ada, akan diselesaikan secepatnya,” kata Amru belum lama ini.
Pemkab optimis, persoalan yang ada pada proses relokasi, khususnya kios dan los yang belum tercukupi, rencananya akan diselesaikan pada tahun 2016.
”Saya lupa jumlah pastinya. Tapi kekurangan dan kelengkapan akan diselesaikan 2016 mendatang. Ukuran kiosnya 2×3 sesuai petunjuk pusat,” ujarnya.
Dari pantauan BKM di kawasan Pasar Belopa, terlihat beberapa los basah yang di tempati pedagang ikan, sayur dan rempah-rempah nampak sangat tidak layak digunakan. Tempat ini jorok dan kotor.
Padahal, setiap pedagang dikenakan pembayaran retribusi pasar. Sementara fasilitas pasar tidak mendapat perhatian memadai. (wan/rus/b)



×


Pedagang Pasar Belopa Tagih Janji Relokasi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar