ENREKANG, BKM — Ketersediaan pupuk organik untuk para petani di Enrekang kini cukup banyak. Sejumlah kelompok tani yang tersebar, khususnya di wilayah Kompleks Duri telah memproduksi pupuk organik dengan bahan yang ada di sekitarnya.
Salah satunya Kelompok Tani (KT) Garda Muda Batu Rape Organik yang terletak di Desa Singki, Kecamatan Anggeraja. Kelompok yang beranggotakan 16 orang ini telah mampu memproduksi pupuk olahannya sendiri secara manual hingga 100 karung lebih setiap bulan.
“Alhamdulillah, kita sudah bisa memproduksi pupuk organik 100 karung lebih setiap bulannya,” kata Sudarmawan, Ketua KT Garda Muda Batu Rape Organik, Senin (14/12).
Pembuatan pupuk yang dilakukan kelompok tani ini menggunakan bahan baku dari kotoran ternak, khususnya kambing. Termasuk daun-daun hijau dan bongkol pisang serta bakteri pengurai.
“Bahannya dari kotoran ternak yang kita kumpul. Termasuk juga daun-daun yang ada di kebun,” ujarnya.
Saat ini kelompok tani tersebut telah memasarkan hasil olahan pupuk organik yang dihasilkannya. Bahkan penyalurannya hampir di seluruh kecamatan.
“Kita salurkan ke kecamatan sesuai permintaan. Untuk saat ini, yang terbesar penyalurannya di Kecamatan Anggeraja. Juga di Kecamatan Masalle, Baroko dan Baraka,” jelas Sudarmawan lagi.
Harga setiap karung pupuk organik tersebut sebesar Rp35.000, dengan catatan pengambilan di tempat. Namun jika berada di luar daerah wilayah produksi pupuk tersebut, harganya Rp50.000 tiap karung.
“Harganya bervariasi. Tergantung jarak antarnya,” kuncinya. (her/rus/c)
KT Garda Muda Produksi Pupuk Organik
×

