MAKASSAR, BKM — Anggaran untuk pembebasan lahan rel kereta api sebesar Rp200 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 dipastikan tidak terserap secara keseluruhan.
Proses pembayaran lahan di Kabupaten Barru itu masih terhambat pengumuman lelang yang belum selesai tahapannya di pusat.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang mengatakan, anggaran pembebasan lahan yang tidak terserap nantinya akan dikembalikan lagi ke pusat. Dan tahun depan baru akan dianggarkan lagi pembiayaannya.
Tahun ini, pusat mengucurkan dana sekitar Rp1,16 triliun untuk tahap awal menghadirkan moda transportasi massal kereta api di Sulawesi Selatan. Dari angka itu, sebesar Rp800 miliar lebih digunakan untuk pengerjaan fisik, sementara sekitar Rp200 miliar untuk pembebasan lahan.
Agus mengatakan, sejauh ini, pengerjaan fisik terus dilakukan sambil melanjutkan pembebasan lahan tahap pertama sepanjangan 30 km.
“Tahap pertama yang sudah selesai pembebasan lahannya sekitar 16 km hingga 17 km,” ungkapnya.
Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Bupati Barru, AM Yamin menjelaskan, pembebasan lahan tahap kedua sekitar 40 km saat ini juga sudah mulai berproses, menunggu tim apresial yang ditunjuk Kementerian Perhubungan melalui satuan kerja (Satker)nya untuk bekerja.
Yamin menyebutkan, pihaknya telah melakukan sosialiasi dan inventarisir lahan yang akan dibebaskan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulsel.
“Sekarang sisa menunggu identifikasi dari tim konsultan yang ditunjuk oleh kementerian,” ujarnya.(rhm/war/c)
Pembebasan Lahan KA Tidak Maksimal
×

