MAKASSAR, BKM — Aksi begal marak dengan menggunakan modus baru, yakni dengan berpura-pura menjadi keluarga korban pemukulan. Modus ini berbeda dengan aksi begal pada umumnya yang menyasar pengendara roda dua.
Seperti yang dialami dua mahasiswa STIKES Mega Rezky, I Wayan Deni (18) dan Abdi (18). Kedunya mengaku dibegal oleh dua orang tak dikenal saat berada di pinggir ruas Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya depan kampus UNIBOS, Sabtu (19/12) sekira pukul 22.30 Wita.
Kedua korban ditemui saat melapor di Mapolsek Panakkukang, Munggu (20/12) mengaku dihampiri dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Pelaku kepada korban mengaku jika keluarganya dipukuli. Adapun pelaku menuding korban sebagai pelakunya.
“Kami kaget karena mereka langsung mengancam kami. Mereka mengaku kalau kami yang memukul keluarga mereka,” ujar I Wayan, warga warga Jalan Toddopuli 6.
Setelah diancam, kedua korban kemudian diminta untuk mengikuti para pelaku dengan alasan untuk dipertemukan dengan keluarga mereka yang menjadi korban pemukulan. Kedunyapun mengikuti perintah pelaku karena takut diancam pelaku yang saat itu diduga membawa senjata tajam.
“Terpaksa kami ikut pak. Kami khawatir jangan sampai pelaku punya badik atau busur,” ungkap Andi Surya Abdi, warga Jalan Hertasning Baru, Kabupaten Gowa.
Keduanya kemudian digiring ke Lorong Garuda depan kantor DPRD Sulsel. Disana, pelaku kemudian melucuti harta benda korban berupa, uang tunai Rp350 ribu serta 2 unit ponsel masing-masing merek Oppo R1001 warna hitam dan Samsung lipat warna ungu.
“Pelaku minta uang sama hape pak. Katanya untuk jaminan supaya kami tidak lari,” kata Wayan.
Setelah melucuti harta korban, pelaku kemudian melarikan dan meninggalkan keduanya di Lorong Gajah.
Kapolsek Panakkukang, Kompol Woro Susilo yang dikonfirmasi terkait kasus ini mengaku telah mengantongi ciri-ciri pelaku. Kata Woro, dari keterangan kedua korban, pelaku diketahui menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Soul warna putih, DD 3981 XM.
“Kita kantongi ciri-ciri pelaku. Kita masih melakukan pengejaran dengan mencari sepeda motor yang disebutkan dalam keterangan korban,” kata Woro.
Woro mengatakan, modus dengan berpura-pura menjadi keluarga korban pemukuluan pernah terjadi sebelumnya. Namun kasus ini pernah hilang setelah maraknya kasus begal motor yang dilakoni komplotan geng motor.
“Kalau disebut baru mungkin tidak. Kita pernah terima kasus seperti ini cuman memang baru muncul lagi,” jelas Woro. (ish-ril/b)
Dua Mahasiswa Mega Rezky Dibegal
×

